Kepemimpinan KAMMI tidak boleh selamanya hanya berbicara dari pusat. Ada suara-suara dari Timur yang tumbuh dalam sunyi, ditempa oleh keterbatasan, tetapi menyimpan keberanian untuk membawa gerakan melangkah lebih jauh. Dari tanah Maluku Kie Raha, keberanian itu kini dihadirkan melalui Faisal Tulado, anak bangsa dari Timur yang siap berdiri dan bertarung dalam kontestasi Ketua Umum KAMMI Pusat.
Faisal Tulado hadir bukan sekadar membawa nama Maluku Utara. Ia membawa harapan kader-kader daerah, membawa kegelisahan tentang arah gerakan, dan membawa keyakinan bahwa KAMMI harus terus menjadi rumah bagi kader yang berpikir, bergerak, dan berjuang. Sebab kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang siapa yang bersedia berjalan paling jauh bersama barisan kader.
Ini bukan sekadar pertarungan kursi. Ini adalah pertarungan gagasan, keberanian, dan arah masa depan gerakan. Maluku Kie Raha tidak sedang meminta ruang untuk didengar; Maluku Kie Raha datang membawa suara untuk diperjuangkan.
Dari Timur, kita kirimkan satu pesan kepada seluruh kader: jangan takut bermimpi besar, jangan takut melangkah dari tepian, dan jangan pernah menganggap jarak sebagai alasan untuk menyerah.
Maka kepada seluruh kader KAMMI, mari kita rapatkan barisan. Satukan gagasan, kuatkan ikhtiar, dan nyalakan kembali bara perjuangan. Jangan biarkan suara Timur berhenti sebagai gema di kepulauan. Bawa ia menjadi suara yang menggema di seluruh penjuru Indonesia.
Saatnya kader bergerak.
Saatnya Timur bersuara.
#“Dari Timur Kita Bergerak, untuk Indonesia Kita Berjuang.”

Tinggalkan Balasan