PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Halmahera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, seorang pria berinisial FP alias Ical (30) diamankan bersama barang bukti ganja seberat 55,26 gram bruto di Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, beberapa hari lalu. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima Unit 1 Subdit I Ditresnarkoba Polda Malut terkait adanya paket mencurigakan yang diduga berisi narkotika di salah satu jasa pengiriman.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim operasional Ditresnarkoba melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang pria dengan ciri-ciri sesuai informasi sedang membawa paket yang dicurigai berisi narkotika. Petugas kemudian mengamankan pria tersebut untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal, FP mengaku memesan ganja melalui sebuah akun Facebook yang beralamat di Sukabumi, Jawa Barat, dengan harga Rp700 ribu. Paket tersebut dibungkus menggunakan plastik hitam dan berisi ganja dengan berat 55,26 gram bruto. Selain barang bukti narkotika, polisi juga menyita satu unit telepon genggam merek Oppo berwarna biru muda yang diduga berkaitan dengan transaksi tersebut.

Selanjutnya, terduga pelaku bersama seluruh barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Malut untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes (Pol) Hadi Poerwanto, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Maluku Utara. Ia menegaskan, Polda Malut berkomitmen menindak tegas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan pemasok serta jalur distribusinya.

“Kepolisian terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah peredaran narkoba,” tutupnya. (xel)