PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Oleh: Abbas Hi Hamid 

___________

Kompetisi terbesar itu bukan dengan orang lain, tetapi dengan diri sendiri, Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan suara hati kita sendiri? Bukan suara media sosial. Bukan suara teman-teman. Bukan pula suara masyarakat yang selalu memiliki standar tentang bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidupnya. Melainkan suara diri kita sendiri.

Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah beberapa waktu lalu. dan saya menjalani berbagai peran dalam kehidupan. Namun di tengah kesibukan itu, ada satu hal yang terus saya pegang: kita harus tetap memiliki ruang untuk berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Saya menangkap sebuah pesan yang menurut saya sangat relevan dengan kehidupan banyak orang hari ini. Apa itu?”Put Yourself First” Ya, tempatkan dirimu sendiri sebagai prioritas.

Kita hidup di zaman ketika perbandingan menjadi sesuatu yang hampir tidak bisa dihindari. Setiap hari kita melihat pencapaian orang lain. Ada yang berhasil membangun bisnis, menyelesaikan pendidikan, membeli rumah, mendapatkan pekerjaan impian, atau menjalani kehidupan yang tampak sempurna di media sosial. Tanpa sadar, kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan kehidupan orang lain.

Kita merasa tertinggal.
Kita merasa kurang.
Kita merasa tidak cukup.
Padahal, bisa jadi kita sedang berjalan di jalur yang berbeda. Dari sinilah saya kemudian teringat sebuah konsep sederhana yang saya sebut sebagai Back Yourself, kembali ke dirimu sendiri. Kembali melihat ke dalam sebelum sibuk melihat ke luar.

Kembali bertanya apa yang sebenarnya kita inginkan, bukan apa yang diinginkan orang lain dari kita.

Karena itu, menempatkan diri sebagai prioritas bukan berarti mengabaikan orang lain. Justru itu adalah cara agar kita memiliki kekuatan untuk terus memberi manfaat kepada orang-orang di sekitar kita. Dari tulisan ini saya juga mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak selalu tentang menjadi lebih hebat dari orang lain. Pertumbuhan adalah tentang menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin. Kembali mengenali potensi yang kita miliki tanpa harus terus-menerus membandingkannya dengan milik orang lain.

Pesan yang saya sampaikan lewat tulisan ini “tentang pentingnya menempatkan diri sebagai prioritas” sayangnya sering kali disalahpahami. Banyak orang menganggap bahwa memikirkan diri sendiri adalah bentuk keegoisan. Padahal kenyataannya tidak demikian. Seseorang yang tidak pernah memberi ruang untuk dirinya sendiri pada akhirnya akan kelelahan. la akan kehilangan energi, kehilangan identitasnya, arah, bahkan kehilangan.

Mungkin hari ini kita lebih berani daripada kemarin. Mungkin hari ini kita lebih disiplin daripada kemarin. Mungkin hari ini kita lebih mampu menerima diri sendiri daripada kemarin. Dan itu berarti kita sudah berjalan ke arah yang benar. Dari tulisan ini saya dan kita semua belajar bahwa, hidup bukanlah arena perlombaan yang mengharuskan kita selalu berada di depan orang lain. Hidup adalah perjalanan untuk mengenal diri, memperbaiki diri, dan terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Maka ketika dunia terasa terlalu ramai dengan ekspektasi, tuntutan, dan perbandingan, mungkin kita perlu melakukan satu hal sederhana: “KEMBALILAH KE DIRI SENDIRI”. Karena terkadang langkah paling penting dalam hidup bukanlah melangkah lebih jauh, melainkan menemukan kembali siapa diri kita sebenarnya. Itulah makna dari Back Yourself. (*)