Tivanusantara – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, langsung memfokuskan langkah awalnya pada pengawasan lapangan guna memastikan proyek infrastruktur berjalan baik sekaligus menjamin keamanan akses transportasi masyarakat.

Sehari setelah tiba di Ternate, Abdul Hamid yang akrab disapa Haji Mito ini langsung turun ke sejumlah titik strategis, mulai dari proyek pembangunan hingga lokasi rawan yang membutuhkan penanganan cepat.

Ia mengawali peninjauan dengan mengunjungi proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Ngidiho–Lapi di Kabupaten Halmahera Utara. Proyek tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Selanjutnya, Haji Mito juga meninjau pekerjaan preservasi jalan di ruas SP Dodinga–Galela yang menghubungkan Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan sesuai dengan standar teknis.

Tak hanya proyek pembangunan, perhatian juga diarahkan pada kondisi darurat. Bersama tim BPJN Malut, ia meninjau lokasi longsor di ruas jalan nasional di Kelurahan Ngade, Kota Ternate, pada Jumat (1/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat sehingga akses transportasi tetap aman dan tidak terganggu.

Tim BPJN Malut juga bergerak ke Kelurahan Rua guna meninjau pembangunan jembatan yang tengah dikerjakan. Infrastruktur tersebut dinilai penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kepada media ini, Haji Mito menegaskan bahwa dirinya mendapat mandat dari Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga untuk memastikan seluruh pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBN berjalan optimal.

“Jadi perintah ini begitu saya sampai, langsung bergerak,” ujarnya, Senin (4/5).

Ia menekankan bahwa pengawasan langsung di lapangan menjadi kunci untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

“Yang jelas, kita ingin semua pekerjaan ini tidak hanya selesai tepat waktu, tapi juga berkualitas dan akses masyarakat tetap aman,” tandasnya. (ask)