Tivanusantara – Di tengah tuntutan hidup yang kerap berkelindan pada setiap orang, tidak menjadi alasan pemuda/i yang memiliki rasa kecintaan mereka pada desa yang menjadi tempat awal mula mereka mengenal hidup dan berkehidupan.

Dalam rangka melakukan penggalangan dana untuk pembuatan pagar masjid, kelompok pemuda/i Desa Samsuma, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, berinisiatif menggalang dana dengan cara membuka pertandingan bola voli antar desa untuk wilayah Kecamatan Malifut dan Kao.

Turnamen yang berlokasi di Marsam Arena ini rencananya berlangsung pada bulan Mei 2026 dengan tajuk ‘Samsuma Cup 2026’. Tim yang ikut pada turnamen tersebut akan berlaga pada siang serta malam hari.

“Kegiatan ini bermula dari pemuda/i yang merasa risih dengan kondisi tempat ibadah (masjid) yang belum memiliki pagar beton. Keadaan tersebut mengakibatkan banyak hewan peliharaan masyarakat yang menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat berteduh di saat malam atau pun hujan” ungkap Sekretaris Panitia, Isman, Kamis (23/4).

Pihaknya mengaku kesal karena hampir setiap hari selalu saja ditemui kotoran hewan pada sekitaran bangunan ibadah tersebut. Inilah yang membuat risau masyarakat.

“Pernah dibuatkan pagar dari bulu (bambu) tapi belum satu tahun sudah rusak. Makanya sekalipun dengan keterbatasan angggaran, kami pemuda dan pemudi dalam desa bersikeras untuk mencari anggaran supaya bisa buat pagar masjid,” katanya.

Di sisi lain, Fahrudin Jakir, selaku ketua panitia pada turnamen tersebut memuji kekompakan pemuda serta pemudi yang selalu melibatkan diri pada proses persiapan, mulai dari melakukan pencarian anggaran dengan cara menjual es buah keliling kampung, buat bazar, hingga sampai menyiapkan perlengkapan kebutuhan lapangan.

“Momen ini juga sebagai wadah pembelajaran untuk teman-teman pemuda, karena yang terlibat pada kegiatan ini juga termasuk anak-anak yang masih sekolah” ungkapnya.

Dia juga membeberkan bahwa turnamen ini sebagai batu loncatan awal menuju open turnamen.

“Karena yang terlibat pada kegiatan ini kebanyakan anak-anak sekolah, makanya sengaja belum langsung buat turnamen berskala besar. Melalui kegiatan ini teman-teman bisa belajar sehingga saat buka kegiatan yang skalanya yang lebih besar mereka sudah tidak kaku. Karena puncaknya ada di open turnamen nanti,” tutupnya, sembari berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga mewujudkan apa yang diinginkan bersama.