Tivanusantara – Ada yang aneh dengan tata kelola birokrasi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Bagaimana tidak, ada oknum di luar birokrasi justru diduga bisa mengendalikan kegiatan proyek dari luar. Masalah ini mulai terendus beberapa hari terakhir, terkait dengan proyek Jalan Lapen di Desa Lolejaya, Kecamatan Kasiruta Timur.
Bayangkan saja, meskipun proses tender masih sementara berlangsung, justru ada rekanan yang sudah menurunkan alat beratnya di lokasi proyek. Bahkan sudah ada material di lokasi tersebut. Rekanan itu berinisial HN. Proyek ini informasinya dianggarkan Rp 2,8 miliar melalui APBD Halmahera Selatan. Kepala Dinas PU Halmahera Selatan, Muhammad Idham Pora mengaku tidak tahu dengan hal itu. Ia justru tahu setelah ramai di media massa.
Tak hanya Kepala Dinas PU, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPJN), Muhammad Imron juga mengaku tidak tahu perihal masalah tersebut. “Saya juga baru tahu tadi (mobilisasi material dan alat), saya bilang tanya ke Pak Kadis PUPR,” kata Imron pada Nuansa Media Grup (NMG).
Informasi yang dihimpun Jurnalis NMG menyebutkan, pihak rekanan diberi jaminan oleh oknum luar birokrasi yang selama ini diketahui mengatur semua kegiatan proyek. Oknum itu bahkan disebut-sebut sebagai ‘ketua kelas’. Ia berjalan tidak sendiri, tapi bersama beberapa rekannya. Kelompok itu kabarnya mengatur semua kegiatan proyek di Halmahera Selatan. Pihak rekanan yang sudah menurunkan alat berat dan material di lokasi proyek itu diketahui mendapat jaminan dari orang yang disebut ‘ketua kelas’.
Kepala BPJN, Muhammad Imron menjelaskan, semua kegiatan tender sementara masih tahap proses. Tahapan tender pun belum ditetapkan secara resmi. Untuk kegiatan di Dinas PU, pengaduan dokumennya baru disampaikan ke BPJN pada 12 April 2026, dan sementara ini dilakukan proses review.
“Yang sudah selesai hanya beberapa paket, itu di Obi. Kalau yang Kasiruta Timur ini belum tender. Kami masih review dokumennya. Jadi belum ada pemenang karena belum tender,” pungkasnya. (rul/xel)

Tinggalkan Balasan