Tivanusantara – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di tempat wisata Air Terjun Jembatan Alam, Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (9/8). Korban atas nama Gedalti Pasaribu (19 tahun) asal Desa Gamsungi ditemukan pada pukul 15.20 WIT dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (8/8).
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan memasuki hari kedua, operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WIT dengan fokus penyisiran aliran sungai dan penyelaman di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Kemudian pukul 09.30 WIT, tim SAR gabungan melaksanakan penyelaman di lokasi kejadian perkara (LKP) dengan kedalaman sekitar 4–5 meter, namun kondisi di bawah permukaan air memiliki jarak pandang sangat terbatas (visibilitas 0 meter). Upaya tim penyelaman pun belum berhasil menemukan korban.
“Tim kemudian melakukan upaya pencarian di permukaan air dengan menyisir di sekitar lokasi air terjun. Sekitar pukul 15.10 WIT, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke daratan lalu dibawa menuju RSUD Tobelo,” jelas Iwan.
Iwan menambahkan, pukul 17.30 WIT, tim SAR gabungan tiba di RSUD Tobelo. Selanjutnya, korban diserahterimakan kepada pihak medis dan keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pun ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Sebelumnya, peristiwa naas tersebut bermula pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 16.40 WIT. Korban pergi berwisata dan berenang di pemandian Air Terjun Jembatan Alam bersama tujuh orang rekannya. Saat beraktivitas di lokasi tersebut, terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban tenggelam.
Pencarian awal sempat dilakukan oleh BPBD Halmahera Utara, pihak keluarga, dan masyarakat setempat. Karena korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut dilaporkan ke Pos SAR Tobelo guna meminta bantuan perbantuan evakuasi.
Tercatat ada delapan orang dalam rombongan wisata tersebut. Sebanyak 7 orang dinyatakan selamat, yakni Novri Sanggel (16 tahun), Rafli Saiman (19 tahun), Elfrit Manumpul (16 tahun), Mardolit Ngawaro (18 tahun), Marselino Flori (17 tahun), Refal Salamat (18 tahun), dan Noval Lahengko (17 tahun). Sementara satu orang meninggal dunia.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Koramil 1508-01/Tobelo, Polairud Polres Halut, BPBD Halut, PMI Tobelo, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Kokotajaya dan Desa Ruko. (tan)

Tinggalkan Balasan