Tivanusantara – Pemuda Desa Sagea dan Kiya, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, akan menggelar “CogoipaFest” sebagai rangkaian kegiatan menyambut Maulid Nabi Muahammad SAW. Festival budaya tersebut dijadwalkan dibuka pada 23 Agustus dan ditutup bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Panitia CogoipaFest, Hendra, mengatakan festival ini lahir dari evaluasi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi Cogo Ipa beberapa tahun terakhir. Menurutnya, konflik yang sempat muncul lebih banyak dipicu oleh kesalahpahaman masyarakat pendatang yang belum memahami makna budaya tersebut.
“Selama beberapa tahun terakhir, konflik terjadi karena sebagian masyarakat pendatang belum mampu menerima budaya kami. Belum ada ruang yang benar-benar menjelaskan implementasi budaya ini kepada mereka. Ketika ada orang yang tidak menggunakan topeng adat lalu dipukul sesuai tradisi, mereka merasa dirugikan karena belum memahami makna budaya tersebut,” ucap Hendra.
Berangkat dari kondisi tersebut, panitia kemudian mengembangkan konsep Cogo Ipa menjadi sebuah festival budaya yang lebih terbuka sehingga masyarakat dapat mengenal dan memahami nilai-nilai budaya Sagea dan Kiya secara utuh.
Menurut Hendra, CogoipaFest bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wadah yang menghimpun seluruh pemangku UMKM, komunitas seni, pegiat budaya, hingga kelompok kepemudaan.
“Kami tidak ingin kegiatan ini selesai begitu saja setelah acara berakhir. Kami ingin menghadirkan ruang industri kreatif yang memiliki dampak jangka panjang sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
CogoipaFest mengusung tema “Semangat Fagogoru Merawat Warisan Menggerakkan Generasi”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai budaya melalui filosofi Fagogoru, merawat warisan budaya sebagai identitas masyarakat, sekaligus menggerakkan generasi muda agar mampu mengembangkan potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Selama festival berlangsung, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan,di antaranya atraksi budaya Tora Bat-Bat, Kabata, Tari Cogoipa, Kuliner Expo, Fagogoru Talk, pertunjukan teater, pameran kreativitas pemuda, Fashion Umum Cogoipa, Fashion Show Mepin Re Mon, penampilan Sanggar Bokimoruru, Tari Samra, Riwayat Cogoipa, hingga karnaval budaya.
Hendra menambahkan, antusias masyarakat terhadap penyelenggaraan CogoipaFest cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu yang aktif mendukung persiapan kegiatan. Sementara itu, dukungan pemerintah masih terus diharapkan.
“Kami masih menunggu insiatif dari pemerintah. Mereka sudah mengetahui kegiatan ini, tetapi kami belum menerima bagaimana respons yang akan diberikan,” katanya.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam penyelenggaraan festival adalah membangun semangat kolektivitas di kalangan pemuda agar semakin kuat dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
Hendra berharap, CogoipaFest menjadi titik awal lahirnya ruang industri kreatif yang mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat, memperkuat ekonomi berbasis budaya, serta menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
“Harapan kami, CogoipaFest menjadi papan loncatan bagi kegiatan-kegiatan budaya ke depan. Kolektivitas pemuda semakin kuat, budaya tetap terjaga, dan ruang industri kreatif yang kami bangun benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh masyarakat,” tutup Hendra. (tr1/tan)

Tinggalkan Balasan