Tivanusantara – Musim kemarau tahun ini mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kabupaten Pulau Morotai. Salah satu air milik PDAM Morotai mengalami penyusutan signifikan.

Hal ini disampaikan Plt Direktur Utama PDAM Morotai, Fahri Abd Aziz, menanggapi keluhan warga terkait krisis air bersih. Fahri mengaku bahwa air baku PDAM sedang mengalami kekeringan, sehingga terjadi hambatan penyaluran.

“Air bakunya kering,” ujar Fahri kepada Nuansa Media Grup (NMG), Selasa (4/8).

Warga Mandi Pakai Air Galon

Sebelumnya, warga Pulau Morotai mengeluhkan layanan air bersih PDAM yang tidak mengalir selama lebih dari sepekan. Mereka kesulitan mendapat air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini pun membuat para warga resah, terlebih saat musim kemarau saat ini yang menyebabkan sejumlah sumur warga mulai mengalami kekeringan.

Warga menyebut terhentinya distribusi air bersih berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga terpaksa mandi menggunakan air galon karena air PDAM tidak mengalir.

Mereka juga menyoroti kebijakan Plt Direktur PDAM Fahri Abd Aziz dalam melakukan pelayanan air terhadap warga sekitar.

Selain tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelayanan air juga sering tak mengalir hingga berminggu-minggu. Warga yang kesal pun bahkan menyebut Fahri tak becus mengelola PDAM.

Kekesalan ini tentu bukan tanpa dasar. Sebab setelah pungutan terhadap setiap pelanggan air diberlakukan, namun penyalurannya tidak maksimal. Bahkan, sejumlah warga juga menyoroti sistem pungutan secara manual yang berpotensi mengalami kebocoran dana. Itu setelah dilihat dari data capaian PAD pada PDAM yang masih nol rupiah alias nihil.

Warga mengaku, akibat penyaluran dan pelayanan air yang tidak maksimal, mereka sering menggunakan air galon untuk kebutuhan mandi.

“Sudah satu minggu ini torang bolak-balik beli air galon, padahal setiap bulan torang bayar air terus,” ujar Jalil, salah satu warga Desa Gotalamo.

Menurutnya, jika terjadi kerusakan pada jaringan perpipaan, setidaknya ada pemberitahuan dari pihak PDAM Morotai.

“Harusnya ada pemberitahuan, supaya kita tahu bersama pemberitahuannya. Bayangkan kalau air dalam seminggu tidak mengalir, padahal air ini kebutuhan utama, akhirnya torang mandi, cuci piring, dan lainnya pakai air galon,” kesalnya. (ula/tan)