Tivanusantara — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Ternate dan PT Bio Agromitra Indonesia memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui Program KETAPANG MAS (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat) di Kota Ternate.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pendampingan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Produk Biokonversi untuk mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat di Kota Ternate, yang dilaksanakan pada Selasa (15/9) di Kota Ternate.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Ketua TP PKK Kota Ternate, Marliza M Tauhid dan Afrianto Darnis selaku Perwakilan PT Bio Agromitra Indonesia untuk Maluku Utara mewakili Direktur Utama Isra Darma.
Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk membangun sinergi dalam pengelolaan lahan pertanian, pendampingan teknis, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat. Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi bantuan pengolahan lahan dan tanah di area Sekretariat TP PKK Kota Ternate, pendampingan teknis dan monitoring perkembangan tanaman, serta dukungan terhadap program ketahanan pangan di tingkat kecamatan se-Kota Ternate.
Program KETAPANG MAS diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan produk Biokonversi, pupuk hayati organik dan solusi pertanian berkelanjutan dari PT Bio Agromitra Indonesia.
Ketua TP PKK Kota Ternate, Marliza M Tauhid, menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar berlanjut menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat,” ucap Marliza.
“Yang kami bangun melalui kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan produk Biokonversi. Kerja sama ini kami harapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan,” sambungnya.
Sehingga ke depan pihaknya berharap bahwa pengetahuan, pendampingan, dan teknologi yang diberikan dapat benar-benar diterapkan oleh masyarakat. Dengan sinergi ini, lanjut Marliza, pihaknya ingin mendorong masyarakat agar semakin produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat Kota Ternate.
Penandatanganan MoU ini berlangsung dalam momentum Pengumuman Hasil dan Apresiasi Pemenang Lomba Pekarangan Produktif Tingkat Kota Ternate Tahun 2026. Lomba yang dilaksanakan TP PKK Kota Ternate melalui Pokja III tersebut berlangsung pada 5 Juni hingga 24 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan pangan secara produktif.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan pekarangan produktif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Gerakan PKK sebagai penggerak masyarakat dapat diperkuat dengan dukungan pengetahuan, pendampingan teknis, dan teknologi pertanian dari mitra dunia usaha.
Sementara itu, Afrianto Darnis menambahkan kolaborasi dengan TP PKK Kota Ternate merupakan kesempatan untuk memperluas penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk mendorong pekarangan menjadi lebih produktif. Kami berharap pendampingan dan pemanfaatan Biokonversi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung gerakan ketahanan pangan di Kota Ternate,” ujarnya.
Melalui KETAPANG MAS, pekarangan diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi berkembang menjadi lahan produksi pangan, sarana edukasi pertanian, dan bagian dari penguatan ekonomi keluarga.
Kerja sama TP PKK Kota Ternate dan PT Bio Agromitra Indonesia juga memiliki mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala, paling sedikit satu kali dalam enam bulan. Nota Kesepahaman berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
Dengan adanya kerja sama ini, KETAPANG MAS diharapkan dapat berkembang dari sebuah program menjadi gerakan nyata ketahanan pangan berbasis keluarga dan masyarakat, dimulai dari pemanfaatan sumber daya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu pekarangan rumah. (*)

Tinggalkan Balasan