PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Citra kepolisian tidak hanya dibentuk melalui keberhasilan pengungkapan kasus dan penegakan hukum, tetapi juga dari sikap serta perilaku setiap personel saat berinteraksi dengan masyarakat. Pesan tersebut menjadi perhatian bagi seluruh jajaran Kepolisian, termasuk anggota Polda Maluku Utara (Malut), menyusul arahan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang menegaskan bahwa setiap personel Polri merupakan pengemban fungsi kehumasan. Arahan itu menekankan pentingnya menjaga sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan dalam setiap pelaksanaan tugas maupun ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, terdapat enam penekanan dari Kapolri. Salah satu poin utama adalah menjadikan setiap anggota Polri sebagai representasi institusi di tengah masyarakat. “Memang ada enam penekanan dari Bapak Kapolri. Dari enam, satu yang menjadi karakter utama ya, yaitu setiap personel Polri adalah pengemban fungsi Humas, Humas Polri juga,” kata Isir di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan tagline Polri, yakni Polisi Bersama Masyarakat. Karena itu, setiap personel harus memastikan pikiran, sikap, perilaku, perkataan, dan tindakannya mencerminkan nilai-nilai kepolisian yang humanis dan profesional.

Bagi jajaran Polda Maluku Utara, pesan tersebut menjadi pengingat penting agar seluruh personel, baik di tingkat Polda maupun Polres jajaran, senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Interaksi langsung antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu faktor yang menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Oleh sebab itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus benar-benar memberikan rasa aman, perlindungan, dan manfaat. Selain menekankan pentingnya menjaga perilaku, Kapolri juga mengingatkan agar Polri terbuka terhadap berbagai masukan, informasi, maupun kritik dari masyarakat.

Isir menyampaikan, masukan dan kritik publik harus diterima sebagai bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan institusi secara berkelanjutan. “Tadi diingatkan juga bahwa Polri organisasi yang besar, terkait dengan tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ selalu terbuka. Terbuka untuk mendengar berbagai masukan, berbagai informasi, kritikan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya. Dengan arahan tersebut, seluruh personel kepolisian diharapkan semakin menyadari bahwa tugas menjaga citra Polri bukan hanya tanggung jawab fungsi Humas, melainkan kewajiban setiap anggota. Termasuk di lingkungan Polda Maluku Utara, profesionalisme, sikap humanis, keterbukaan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin dipercaya publik. (xel)