Tivanusantara – Optimisme dunia usaha terhadap prospek perekonomian Indonesia di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menguat. Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk membuka peluang besar bagi Maluku Utara. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan besarnya investasi domestik menunjukkan semakin kuatnya peran pengusaha nasional dalam menopang perekonomian Indonesia. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku usaha kelas menengah juga memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi.
Menurut Anindya, keterlibatan pengusaha domestik dalam investasi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. “Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah, ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam taklimat Presiden RI bersama peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di Hambalang, Bogor.
Optimisme tersebut menjadi relevan bagi Maluku Utara yang memiliki potensi ekonomi besar, terutama pada sektor pertambangan, industri pengolahan mineral, energi, perikanan, dan pariwisata. Sebagai salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam strategis, Maluku Utara memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi lokasi investasi industri berskala besar, tetapi juga mengembangkan pengusaha lokal agar terlibat lebih jauh dalam rantai pasok industri nasional. Anindya juga menegaskan bahwa dunia usaha Indonesia mulai mengarahkan perhatian pada industri masa depan, seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center).
Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar karena membutuhkan komponen lokal dan membuka kesempatan bagi tumbuhnya industri pendukung di dalam negeri. Khusus di Maluku Utara, perkembangan industri kendaraan listrik dan pengolahan mineral memiliki keterkaitan strategis dengan potensi nikel yang dimiliki daerah ini. Peluang tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui peningkatan keterlibatan perusahaan lokal, penguatan tenaga kerja daerah, serta pembangunan industri pendukung. “Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” kata Anindya.
Ia juga menyoroti besarnya ruang kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian Indonesia. Dari total produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi APBN disebut berada di kisaran Rp4.000 triliun. Sementara sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya berada dalam ruang kontribusi dunia usaha. Karena itu, Anindya mendorong agar pengusaha daerah dan berbagai asosiasi usaha mendapatkan kesempatan untuk berkembang, naik kelas, serta mampu menjadi pemain besar di tingkat nasional maupun internasional. Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha di Maluku Utara. Pertumbuhan investasi industri perlu diikuti dengan penguatan UMKM, koperasi, kontraktor lokal, penyedia jasa logistik, sektor pangan, hingga industri pengolahan hasil perikanan.
Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah. Anindya turut menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Indonesia bahkan disebut tetap menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot. “Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota Kadin Indonesia, James Riyadi, menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, tidak ada negara besar yang mampu berkembang tanpa pembangunan manusia, terutama dalam menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki karakter, kapasitas, dan integritas. Ia juga mengapresiasi Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang melalui proses seleksi dan pembinaan secara intensif. Pandangan tersebut juga penting bagi Maluku Utara. Di tengah perkembangan investasi dan industrialisasi, peningkatan kualitas SDM lokal menjadi kebutuhan mendesak agar putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan Indonesia, Mulyadi Jayabaya, turut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan nasional, termasuk sektor pangan, pendidikan, dan keamanan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan ketahanan pangan serta mendukung keberlanjutan pembangunan. Bagi Maluku Utara, sinergi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan distribusi pangan antarpulau. Penguatan sektor pangan juga penting agar pertumbuhan industri tidak semakin meningkatkan ketergantungan daerah terhadap pasokan bahan kebutuhan pokok dari luar wilayah.
Momentum meningkatnya investasi nasional diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi Maluku Utara untuk memperkuat fondasi ekonominya. Tantangannya bukan sekadar mendatangkan investasi besar, melainkan memastikan investasi tersebut menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat pengusaha lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi sumber daya alam, posisi strategis, serta peluang pengembangan industri masa depan, Maluku Utara memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam peta pertumbuhan ekonomi Indonesia. (xel)

Tinggalkan Balasan