PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Harga sejumlah komoditas pangan di Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan pada akhir Oktober 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah dan cabai rawit yang harganya melonjak tajam di pasaran. Berdasarkan data perkembangan harga pangan hingga 30 Oktober 2026, harga cabai rawit tercatat rata-rata sekitar Rp157.000 per kilogram. Bahkan, di Pasar Bastiong, Kota Ternate, harganya dilaporkan mencapai Rp200.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah berada di kisaran Rp123.000 per kilogram. Kenaikan ini patut menjadi perhatian serius karena cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.

Selain cabai, komoditas beras juga mengalami kenaikan sekitar Rp100 hingga Rp200 per kilogram. Adapun bawang merah dan tomat turut menjadi komoditas yang mendapat perhatian dalam upaya pengendalian harga pangan di Maluku Utara. Kenaikan harga cabai diduga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan dari sentra produksi lokal, terutama di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Timur. Kondisi cuaca kemarau serta gangguan produksi turut memengaruhi ketersediaan komoditas tersebut. Di sisi lain, pasokan cabai dari daerah pemasok seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo juga mengalami keterbatasan sehingga berdampak terhadap distribusi dan harga di pasar Maluku Utara.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan daerah pemasok, memantau perkembangan harga di pasar tradisional, serta memastikan kelancaran distribusi pangan agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat. Kenaikan harga cabai ini juga menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi daerah, mengingat komoditas pangan bergejolak atau volatile food memiliki kontribusi terhadap perkembangan inflasi di Maluku Utara. (rii)