Tivanusantara – Pada Kamis, 27 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Kimia untuk Melatih Keterampilan Inquiry Siswa pada Kasus Kontekstual” di SMA Negeri 6 Kota Ternate. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa, serta tim pelaksana yang berupaya memperkenalkan dan mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatan sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Kimia.
Dalam praktik pembelajaran saat ini, terdapat berbagai jenis AI yang telah dikembangkan, antara lain AI berbasis teks dan percakapan, AI pembuat gambar, serta sistem yang mampu menganalisis data secara mendalam. Beberapa contoh yang paling dikenal dan digunakan luas antara lain:
1. ChatGPT, yang mampu menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, menyusun ringkasan, hingga membantu merancang percobaan ilmiah;
2. Google Gemini, yang dapat memproses tidak hanya teks, tetapi juga gambar, grafik, dan data percobaan secara langsung, sehingga sangat membantu dalam memahami struktur molekul atau hasil pengamatan;
3. Dola, asisten cerdas yang difokuskan pada penjelasan konsep sains dan kimia dengan bahasa yang mudah dipahami, menyusun langkah-langkah pembelajaran, serta menyajikan materi dalam bentuk yang lebih menarik dan terstruktur;
4. Serta berbagai alat AI lainnya yang mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan personal.

Dalam kegiatan ini, tim pelaksana juga menekankan prinsip-prinsip utama pemanfaatan AI agar memberikan manfaat yang maksimal dan tetap bertanggung jawab. AI dipandang sebagai alat bantu atau mitra belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir siswa. Prinsip yang dipegang meliputi: menggunakan AI untuk memperdalam pemahaman, bukan menyalin jawaban secara mentah; memverifikasi setiap informasi yang diberikan; menggunakannya untuk memperluas wawasan dan mencari alternatif pemecahan masalah; serta tetap menjaga kejujuran akademik dan etika dalam setiap karya yang dihasilkan.
Penerapan AI dalam pembelajaran Kimia membawa banyak kemudahan sekaligus peluang baru. AI mampu menjelaskan konsep-konsep yang abstrak—seperti ikatan kimia, kesetimbangan, atau reaksi redoks—dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dibayangkan. Siswa dapat bertanya kapan saja, mengulang penjelasan, atau meminta contoh lain sampai benar-benar paham. Selain itu, AI dapat membantu merancang percobaan yang aman, memprediksi hasil reaksi, serta menganalisis data pengamatan dengan lebih cepat, sehingga waktu belajar dapat digunakan lebih banyak untuk berdiskusi dan berpikir, bukan sekadar mencatat rumus.
Inti dari kegiatan ini adalah menyelaraskan pemanfaatan AI dengan pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri. Berbeda dengan pembelajaran yang hanya menerima informasi, inkuiri mengajak siswa untuk bertanya, merumuskan dugaan sementara, merencanakan cara mencari jawaban, mengumpulkan dan menganalisis bukti, hingga menarik kesimpulan sendiri. Di sinilah AI berperan sebagai rekan peneliti yang setia: membantu siswa mencari referensi, mempertajam pertanyaan, menguji gagasan, dan membandingkan hasil temuan.
Melalui perpaduan ini, siswa dilatih secara langsung menguasai keterampilan yang sangat dibutuhkan di abad ke-21, yaitu:
1. Kemampuan berpikir kritis: tidak hanya menerima informasi, tetapi meneliti kebenaran, melihat sisi lain, dan menimbang bukti;
2. Kemampuan pemecahan masalah: mampu memecah persoalan yang kompleks menjadi langkah-langkah yang dapat diselesaikan, mencari berbagai cara penyelesaian, dan memilih yang paling tepat;
3. Literasi sains dan kimia: memahami prinsip-prinsip alam, mampu menjelaskan fenomena sehari-hari dengan konsep ilmiah, serta menyadari keterkaitan antara ilmu kimia dengan lingkungan, kesehatan, dan kehidupan bermasyarakat.
Harapan dan Dampak Kegiatan
Kegiatan ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari para pendidik maupun peserta didik di SMA Negeri 6 Kota Ternate. Dengan adanya pengenalan dan pelatihan ini, diharapkan AI tidak lagi dipandang hanya sebagai tren teknologi, melainkan menjadi alat yang benar-benar terintegrasi dalam proses belajar. Siswa tidak hanya siap menghadapi pelajaran Kimia dengan lebih percaya diri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan diri serta lingkungannya.
Tim pelaksana berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan, diperluas ke sekolah-sekolah lain, dan terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sehingga kualitas pendidikan di Kota Ternate semakin maju dan mampu melahirkan ilmuwan serta pemimpin masa depan yang handal. (red)

Tinggalkan Balasan