Tivanusantara – Kondisi bangunan RSUD Ir Soekarno di Kabupaten Pulau Morotai kian memprihatinkan. Pasalnya, rumah sakit yang tampak mewah ini terdapat sejumlah titik kerusakan pada atap bangunan yang bocor dan lantai yang longsor.
Amatan Nuansa Media Grup (NMG), Senin (30/12), saat terjadi hujan, lantai satu dan lantai dua basah lantaran terdapat kebocoran. Bahkan, beberapa ruang pasien pun basah saat hujan. Setidaknya 20 titik plafon nyaris ambruk.
Lantai bangunan yang mengalami longsor sekitar 1 meter terdapat di lorong jalan observasi pasien menuju ruang operasi (central bedah) dan ruang persalinan. Kondisi plafon di areal itu juga nyaris ambuk dan membahayakan keluarga hingga pasien.
Bahayanya lagi, kabel induk listrik yang tergeletak begitu saja di lokasi itu basah saat turun hujan dan mengancam bagi pengunjung pasien.
Rudi, salah satu tukang bangunan yang kebetulan berada di RSUD mengungkapkan terjadi longsor lantai ini sudah sejak satu tahun.
“Karena saat bangunan ini dibuat, mungkin tanah rimbunannya kurang padat, terus karena tidak ada saluran air kalau pas hujan, maka air mengalir dari depan rumah sakit,” jelasnya.
Menurutnya, akibat saluran air rumah sakit tidak maksimal yang tak mampu menampung debit air hujan, akhirnya terjadi longsor susulan di lantai dan bahkan berakibat longsor.
”beberapa minggu lalu torang kase tawar supaya timbunan di samping (bangunan) itu kasih pindah saja di lubang itu biar tidak terlalu berbahaya, karena di situ ada kabel induk. Sudah satu tahun lebih belum diperbaiki, padahal lorong ini banyak keluarga pasien yang lewati,” tuturnya.
Selain itu, Ati, salah satu keluarga pasien mengaku terdapat banyaknya atap bangunan rumah sakit yang bocor.
“Kalau hujan tong bisa basah, ada yang kase tunggu air hujan deng ember, terus kalau hujan deras lantai basah dan licin sekali,” ujarnya.
Terpisah, Direktur RSUD Ir Soekarno, Intan Imelda Engelbert Tan, yang dikonfirmasi belum merespons hingga berita ini ditayangkan. (ula/tan)

Tinggalkan Balasan