Tivanusantara – DEMA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, menilai tempat yang ditetapkan Bagian Kesra Provinsi Maluku Utara untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi tidak efektif dan kondusif.

Ketua DEMA IAIN Ternate, Badwi Pina, mengatakan lokasi kegiatan yang rencananya berlangsung di aula Asrama Haji Ternate dan auditorium UMMU, tidak memiliki daya tarik kepada masyarakat untuk menyaksikan pelaksanaan MTQ yang rencananya akan dilaksanakan pada 23 Juni mendatang.

“Nantinya orang-orang yang menonton pelaksanaan MTQ Provinsi ini hanya orang tua peserta, pelatih, dan official saja, masyarakat lain tidak ikut nonton. Ini berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun ketika MTQ dilaksanakan di tempat yang tertutup,” ujar Badwi, Kamis (30/5).

Badwi yang juga salah satu peserta MTQ perwakilan Kabupaten Pulau Morotai ini menegaskan, MTQ bukan sekadar seremoni yang hanya berkutat pada perlombaan semata, tapi juga menjadi ajang syiar agama.

“MTQ itu bukan sekadar perlombaan, dimana peserta saling adu suara dan kebolehan dalam membaca Alquran, tetapi lebih daripada itu, MTQ adalah ajang syiar agama dan silaturahmi. Jadi yang dicari bukan hanya juara untuk menjadi wakil provinsi ke tingkat nasional. Jadi jangan seolah-olah mengkerdilkan MTQ ini sebatas seremoni tahunan,” tegasnya.

Beberapa tahun belakangan, kata dia, pagelaran MTQ ini terkesan asal bikin. Orang-orang atau bagian yang diberikan tanggung jawab sangat tidak ikhlas dalam menyelenggarakan. Bahkan, dari tahun ke tahun, nilai dan tujuan MTQ ini hilang, karena ketidakseriusan orang yang diberi amanah. Padahal ini hajatan nasional yang religius juga jelas anggarannya.

MTQ, lanjut Badwi, juga dapat menjadi motivasi bagi masyarakat sebagai orang tua ketika mendengar ayat-ayat suci yang dilantunkan oleh peserta, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dengan begitu, para orang tua akan lebih semangat dalam mendidik anak-anaknya agar giat untuk belajar Alquran.

“Karena itu, seharusnya MTQ ini dilakukan di tempat-tempat keramaian yang terbuka seperti Lapangan Salero, Landmark, dan beberapa tempat ramai pengunjung yang lain, agar supaya banyak yang bisa menyaksikan ajang lomba MTQ. Selain itu, hal ini juga memberi keuntungan kepada pedagang-pedagang kecil yang berjualan di situ,” tandasnya. (tan)