Tivanusantara – Sebuah longboat berpenumpang 11 orang yang sempat dilaporkan hilang kontak antara perairan Halmahera Barat dan Pulau Batang Dua, Maluku Utara, akhirnya ditemukan.

Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman, mengatakan pada Rabu (26/6) hari ini pukul 13.30 WIT, Basarnas Ternate menerima info dari DanposAL Mayau, bahwa longboat Ebenheizer telah tiba di Pulau Mayau dan seluruh POB dalam keadaan selamat.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pada malam hari saat sedang dalam perjalanan menuju Pulau Batang Dua, cuaca ekstrem. Motoris longboat Ebenheizer memutuskan untuk berlindung dan mengikat tali longboat ke rumpon di sekitar perairan laut Malut untuk berlindung sembari menunggu cuaca membaik.

“Kondisi inilah yang mengakibatkan longboat Ebenheizer terlambat tiba di Pulau Mayau. Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate kemudian menghubungi KN SAR 237 Pandudewanata terkait update perkembangan,” jelas Fathur.

Tim Sar Gabungan yang sedang melakukan pencarian kemudian bergerak menuju ke Pulau Mayau, Batang Dua, untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Setelah tiba di Pulau Batang Dua dan memastikan bahwa benar longboat Ebenheizer dengan POB 11 orang dalam kondisi selamat dan aman, sehingga operasi SAR pun selesai dan ditutup,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (25/6) sekitar pukul 09.00 WIT, rombongan bertolak dari Pelabuhan Tobaol, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat menggunakan longboat dengan tujuan menuju Desa Mayau, Pulau Batang Dua, dengan estimasi waktu perjalanan 8 jam. Namun, longboat tersebut belum tiba di Pulau Batang Dua.

“Keluarga telah berusaha menghubungi penumpang yang berada di longboat, namun belum ada satu pun yang terhubung. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Ternate dan memohon bantuan SAR,” jelasnya.

Adapun nama-nama korban sebagai berikut:

1. Markus Arnyanyi
2. Robinson Arnyanyi
3. Delifrain Pugutu
4. Magelhains Pugutu
5. Daromes Teo Pugutu
6. Rivan Pugutu
7. Elroi Pugutu
8. Romario Tarussy
9. Yuldin Arnyanyi
10. Yanti Pugutu
11. Andre Pugutu.

(tan)