Tivanusantara – Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Kelompok Kelurahan Santiong menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Biopori Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan”, Sabtu (4/7).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Fahria, selaku Penyuluh Lingkungan, yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik melalui penerapan lubang resapan biopori.

Pelatihan dihadiri oleh Lurah Santiong, para Ketua RT/RW, Sekretaris PKK, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti setiap sesi. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah dari sumbernya.

Dalam paparannya, Fahria menjelaskan bahwa biopori merupakan salah satu metode sederhana namun efektif untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, penerapan biopori juga berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan, mengurangi risiko genangan air, serta mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Materi yang disampaikan sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah partisipatif, penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengolahan sampah organik secara berkelanjutan.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan lubang biopori yang dipandu langsung oleh narasumber bersama mahasiswa KKN. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan biopori, mulai dari menentukan lokasi yang tepat, proses pelubangan tanah, hingga pengisian lubang menggunakan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan. Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat sehingga mereka dapat menerapkan pembuatan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Lurah Santiong, Sunarto Andili, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah organik sejak dari rumah. Menurutnya, melalui pelatihan yang dipadukan dengan praktik langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Khairun berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen di Kelurahan Santiong dapat terus terjalin dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Langkah sederhana seperti pembuatan biopori di pekarangan rumah diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi sampah organik, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan bagi generasi sekarang maupun mendatang. (tan)