Tivanusantara – Upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak usia sekolah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan inovatif yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan potensi lokal. Hal tersebut diwujudkan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbasis Ekstrak Lemon Cui sebagai Sarana Edukasi Kewirausahaan bagi Siswa SMA Albina Kota Ternate.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 21–22 Mei 2026 di SMA Albina Kota Ternate ini didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FKIP Universitas Khairun. Tim pelaksana terdiri atas Merlin, S.Pd., M.Si. selaku ketua, bersama anggota Linda Kurnia Mustafa, M.Pd., Deasy Liestianty, M.Si., dan Dr. Ir. Muliadi, M.Si. Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia sebagai pendamping praktik.
Ketua Tim Pengabdian, Merlin, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan penerapan ilmu kimia secara nyata melalui pemanfaatan bahan alam lokal yang memiliki nilai tambah. Selain membekali siswa dengan keterampilan membuat sabun cuci piring, pelatihan juga bertujuan menanamkan pola pikir kreatif dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ilmu kimia memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan lemon cui sebagai salah satu potensi lokal Maluku Utara, siswa tidak hanya belajar menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga didorong untuk memiliki pola pikir inovatif dan jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan di masa depan,” ujar Merlin.
Lemon cui merupakan salah satu buah khas Maluku Utara yang dikenal memiliki aroma citrus yang khas dan banyak dimanfaatkan dalam pengolahan makanan. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan inovasi pemanfaatan kulit lemon cui sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun cuci piring, sehingga memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal sekaligus membuka wawasan siswa mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar kewirausahaan, pengenalan bahan dan formulasi sabun cuci piring, hingga praktik langsung pembuatan sabun berbasis ekstrak lemon cui. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, para siswa mempraktikkan setiap tahapan mulai dari pencampuran bahan, pengadukan, penambahan ekstrak lemon cui, pewarna, dan pewangi, hingga menghasilkan produk sabun cuci piring yang siap digunakan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan bekerja sama dalam setiap kelompok. Selain memperoleh keterampilan teknis, siswa juga diperkenalkan pada konsep pengemasan produk, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran sederhana sebagai bekal dalam mengembangkan usaha skala kecil.
Guru Kimia SMA Albina Kota Ternate, Ustadzah Anita S. Lolinga, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mampu menghubungkan teori kimia dengan praktik nyata yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar berpikir kreatif dan melihat peluang usaha dari bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi siswa,” ungkap Anita.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMA Albina Kota Ternate, Sarni S. Walanda, S.S. Gr. Ia menilai kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen Pendidikan Kimia FKIP Universitas Khairun memberikan pengalaman baru yang mampu memperkuat keterampilan hidup (life skills) sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen Pendidikan Kimia FKIP Universitas Khairun atas pelatihan yang sangat inspiratif ini. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa karena mereka belajar memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” tutur Sarni.
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan memperoleh respons yang sangat positif dari peserta maupun pihak sekolah. Para siswa mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah bahan alam menjadi produk rumah tangga yang bernilai jual. Guru dan kepala sekolah juga memberikan apresiasi terhadap materi, metode pelatihan, serta pendampingan yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Khairun kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan terus terjalin untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, serta memiliki jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber inovasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan