Tivanusantara – Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras kepada 33,2 juta penerima melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga desil 4 dan dilanjutkan atas perintah Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengatakan, total bantuan yang disiapkan mencapai 1 juta ton beras. Namun, penyalurannya masih menunggu penyelesaian administrasi, termasuk pengecekan ulang data penerima dan proses pembayaran. “Jumlahnya 33,2 juta sebanyak 1 juta ton. Kalau administrasinya sudah selesai, nanti dibagikan di Kopdes-Kopdes ini. Tentu perlu waktu,” ujar Zulhas.
Ia menjelaskan, pemerintah sedang memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai sasaran. Proses verifikasi tersebut diperlukan agar penyaluran bantuan pangan dapat berjalan tepat sasaran. Selain bansos pangan, pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga beras.
Menurut Zulhas, penyaluran beras SPHP perlu segera dilakukan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga pangan.
Ia menyebut, kenaikan harga kebutuhan pokok, bahkan dalam jumlah kecil, kerap menjadi keluhan masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan harga pangan melalui program beras SPHP. “Karena sekarang musim kemarau, SPHP harus segera dilakukan atas perintah Presiden,” kata Zulhas.
Untuk mendukung penyaluran bantuan dan distribusi barang kebutuhan pokok bersubsidi, Zulhas menyebut sebanyak 29 ribu Kopdes Merah Putih telah siap. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 koperasi akan dilengkapi dalam waktu dekat agar dapat menjalankan operasionalnya. Kelengkapan yang diperiksa mencakup ketersediaan pupuk bersubsidi, gula, minyak goreng, gas LPG, serta sarana transportasi untuk mendukung distribusi barang.
Pemerintah juga memastikan kendaraan operasional, seperti truk dan mobil pikap, benar-benar tersedia dan berfungsi dengan baik. Selain itu, kesiapan sarana angkutan lainnya serta pasokan beras SPHP dari Perum Bulog turut menjadi perhatian. Zulhas menegaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan Kopdes tidak hanya sebatas laporan administratif, tetapi benar-benar didukung fasilitas yang dapat digunakan. Dengan persiapan tersebut, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi salah satu saluran distribusi bantuan pangan dan kebutuhan pokok bersubsidi bagi masyarakat. (xel)

Tinggalkan Balasan