PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen (Pol) Wahyu Hadiningrat menegaskan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kerawanan dan konflik sosial.

Menurut Wahyu, kehadiran polisi tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis agar mampu membangun kepercayaan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Jadi memang pada hakikatnya polisi ini berada di tempat-tempat kerawanan. Jadi polisi itu memang harus hadir di setiap tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan konflik,” kata Wahyu di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, komitmen menjaga kamtibmas diwujudkan melalui pelaksanaan 419 operasi kepolisian di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sembilan operasi dilaksanakan secara terpusat di Mabes Polri, sedangkan 410 operasi lainnya dilaksanakan di wilayah oleh jajaran Polda. Berbagai langkah tersebut turut diiringi dengan penurunan angka konflik sosial. Berdasarkan data yang disampaikan Wahyu, jumlah peristiwa konflik sosial menurun sebesar 37,5 persen. Sementara itu, jumlah korban akibat konflik sosial juga mengalami penurunan hingga 77,1 persen. “Komitmen Polisi adalah hadir melayani, mengamankan agenda bangsa, dan tanggap bencana bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke tingkat desa, Polri terus mengoptimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Saat ini, terdapat 40.924 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di seluruh Indonesia. Namun, jumlah tersebut baru mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Tanah Air. Wahyu mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penguatan struktur kepolisian hingga tingkat paling bawah. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, menurut Wahyu, memiliki visi dan misi untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, salah satunya melalui penambahan personel Bhabinkamtibmas di tingkat Polsek.

Ia menilai, Polsek memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan sekaligus ujung tombak kepolisian dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan gangguan keamanan dan penyelesaian persoalan di lingkungan setempat. Pemenuhan kebutuhan personel Bhabinkamtibmas akan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pembukaan rekrutmen anggota Polri.

Wahyu berharap, penguatan personel tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan kepolisian, sekaligus meningkatkan respons terhadap berbagai persoalan keamanan di tingkat desa dan kelurahan.

“Sehingga, ketika itu semua pelayanan-pelayanan masyarakat di level terbawah ini terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi nggak sulit,” tutup Wakapolri. (xel)