Tivanusantara – Kebakaran melanda kawasan tanjakan Puncak Kawinet, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Minggu (23/8) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 20.30 WIT dan dengan cepat membesar hingga merambat di kawasan tersebut.
Saksi bernama Syahrul Ahdani menceritakan detik-detik kebakaran tersebut terjadi. Ia mengatakan, kobaran api diperkirakan telah membakar lahan seluas lebih dari satu hektare.
“Api mulai sekitar jam 8.30 malam. Kobaran cukup besar dan merambat di kawasan Kawinet,” ujar Syahrul.
Menurutnya, kebakaran juga sempat melahap sebagian kebun milik warga bernama Arif. Kondisi kemarau panjang membuat api lebih cepat menjalar dan menyulitkan warga dalam melakukan pemadaman.
Selama beberapa jam, masyarakat yang berada di sekitar kawasan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Setelah menerima laporan dari warga, tim pemadam kebakaran kemudian bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Sebanyak 10 personel dikerahkan dengan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Upaya pemadaman akhirnya berhasil dilakukan. Kobaran api dapat dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.43 WIT.
Syahrul berharap, pemerintah tidak memandang persoalan kebakaran lahan selama musim kemarau sebagai kejadian biasa. Menurutnya, kemarau panjang mulai menjadi ancaman serius bagi kebun dan lahan milik masyarakat di wilayah lingkar tambang.
“Ini bukan hanya soal gagal panen. Setiap saat kebakaran bisa datang begitu saja dan mengancam kebun warga,” katanya.
Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan menyediakan armada pemadam kebakaran yang dapat menjangkau wilayah-wilayah lingkar tambang di Halmahera Tengah.
“Kami berharap pemerintah bisa menyediakan mobil pemadam kebakaran di setiap daerah lingkar tambang, khususnya wilayah Sagea-Kiya. Jadi ketika terjadi kebakaran, masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama bantuan datang,” ujarnya.
Kejadian di Kawinet kembali menjadi peringatan bahwa kondisi kemarau panjang membutuhkan kesiapsiagaan bersama. Selain mengancam lahan dan kebun warga, kebakaran di kawasan yang kering berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Masyarakat pun berharap pemerintah, perusahaan, dan warga dapat memperkuat sistem pencegahan serta respons cepat terhadap kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan perkebunan dan kawasan hutan yang rentan terbakar. (tr1/tan)

Tinggalkan Balasan