Tivanusantara – Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai di bawah komando Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio C Pawane dinilai perlu segera dijawab melalui evaluasi total terhadap jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini ditegaskan DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Morotai.

Sebelum kepercayaan publik merosot jauh, KNPI meminta Bupati Rusli segera mengambil langkah radical break atau reshuffle total di tubuh birokrasi.

Ketua DPD II KNPI Morotai, Julkifli Samania, mengatakan kepercayaan publik kian menurun terhadap kinerja pemerintah disebabkan defisitnya inovasi kinerja sejumlah kepala dinas.

“Pak bupati kelihatannya kerja sendiri. Mestinya para perangkatnya harus mampu memberi masukan, memiliki tim yang lebih profesional yang mampu bekerja tanpa membebani kompromi politik. Dengan itu, kabinet terlihat lebih solid mengejar target pembangunan, pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Julkifli, Rabu (29/7).

Ia menegaskan, pihaknya melihat masih banyak pimpinan OPD yang kerjanya belum maksimal. Hal ini terlihat dengan banyaknya sorotan publik di tengah masalah yang terus-menerus dihadapi masyarakat. Akibatnya, tekanan terhadap pemerintah berujung pada bupati seorang.

“Untuk itu, kami minta bupati segera ambil langkah. OPD yang dianggap jantung pemerintah mestinya diperkuat dan dibimbing tegas, jangan terus-menerus bermain di zona nyaman di saat banyak kesedihan yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini,” tegasnya.

“Jangan sampai terkesan bupati kerja sendiri, sementara perangkatnya hanya mengikuti arahan. Kita memerlukan pimpinan OPD yang punya by inovasi dan punya kapasitas melahirkan kreativitas,” sambungnya.

Sejak awal, Julkifli menambahkan mestinya pemerintah fokus pada pembenahan birokrasi, bukan proyeksi.

“Mereka yang mengisi jabatan struktural harus betul-betul digodok bersih, sehingga mampu bekerja dan punya kemampuan by inovasi. Akibatnya pengendalian birokrasi yang tidak bermutu ini buntut pada Multiplier Effect ekonomi,” tandasnya. (tan)