Tivanusantara – Tim PKM Kewirausahaan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mengadakan kegiatan PKM bertajuk “Pelatihan Pengembangan Modul BIPA Berbasis Kearifan Lokal bagi Pemandu Wisata di Kota Ternate”. Pelatihan ini melibatkan 25 peserta dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maluku Utara, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah mempelajari English for Eco-Tourism dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah belajar tentang BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

Kegiatan yang digelar di Aula Mini FKIP Unkhair pada 15-16 Juni tersebut disertai dengan latihan penggunaan Bahasa Indonesia bagi penutur asing dengan menghadirkan dua narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara Noormala dan Kris Syamsudin dari Dinas Pariwisata Maluku Utara.

Dua narasumber ini masing-masing memaparkan materi tentang Kebijakan dan Peluang Pengembangan BIPA untuk Sektor Pariwisata serta Prinsip Penyusunan Modul BIPA Berbasis Kearifan Lokal, Identifikasi Potensi Wisata dan Kearifan Lokal Kota Ternate sebagai Sumber Materi BIPA, serta Teknik Mengintegrasikan Informasi Wisata ke dalam Materi Pembelajaran BIPA.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah tersedianya modul, bahan ajar atau buku saku BIPA berbasis kearifan lokal Ternate yang dapat digunakan oleh pemandu wisata sebagai media pembelajaran dan produk jasa edukatif, meningkatnya kapasitas pemandu wisata dalam pengembangan modul BIPA baik dari sisi pedagogis maupun kewirausahaan, dan terintegrasinya potensi budaya lokal ke dalam produk wisata edukatif yang bernilai ekonomi,” jelas Ketua Tim PKM, Dr Roswita M Aboe.

Sejalan dengan itu, dua anggota tim PKM Kewirausahaan lainnya yaitu Dr Haerul dari prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang juga pengajar BIPA dan Abdulhalim Daud, dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris juga merupakan dosen pengajar pada Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus pengurus HPI Maluku Utara dan salah satu senior.

Roswita menambahkan, dalam perampungan kegiatan ini tujuan akhir yang diharapkan adalah pelatihan pembuatan modul atau bahan ajar BIPA dapat memberdayakan anggota HPI, pemandu wisata lokal maupun calon guide secara berkelanjutan, menguatkan identitas budaya lokal Ternate dan meningkatkan daya saing pemandu wisata di pasar nasional dan internasional. (red)