Tivanusantara – Operasi pencarian terhadap korban hilang akibat perahu terbalik saat dalam perjalanan menuju Pulau Tofu-Tofu, membuahkan hasil. Korban bernama Musrin Salasa (45 tahun), warga Desa Kahatola, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (7/7).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri, mengatakan saat menerima informasi kejadian, Tim Rescue Basarnas Ternate dalam perjalanan menuju LKP untuk melakukan pencarian.

“Kemudian tim mendapat informasi dari keluarga bahwa pukul 09.10 WIT korban telah ditemukan pada titik koordinat 1°40’22.6″N/127°32’09.0″E dalam kondisi meninggal dunia oleh masyarakat yang membantu pencarian,” jelas Ferdinando.

Tim Rescue Basarnas Ternate kemudian mengkroscek kebenaran informasi tersebut dan benar bahwa mayat yang ditemukan adalah jenazah korban. Kemudian dilanjutkan dengan evakuasi.

“Pukul 13.10 WIT, jenazah korban tiba dirumah duka, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, maka pencarian ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing disertai ucapan terima kasih,” ujarnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat serta nelayan Desa Kahatola yang sudah turut membantu proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah longboat yang dikemudikannya kemasukan air dan terbalik di perairan Halmahera Barat, Senin (6/7). Korban diketahui bernama Musrin Salasa (45 tahun), seorang petani asal desa setempat.

Hingga Selasa (7/7) pagi, korban masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama seorang rekannya bertolak menuju Pulau Wadui untuk menebang pohon. Setibanya di Pulau Wadui, korban menurunkan rekannya tersebut di tepi pantai. Musrin kemudian memutar balik perahunya untuk melanjutkan perjalanan seorang diri menuju Pulau Tofu-Tofu. Namun, di tengah perjalanan sebelum sampai di tujuan, longboat yang ia bawa kemasukan air hingga terbalik.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian, namun tidak membuahkan hasil. Kakak korban kemudian melaporkan musibah ini ke Polsek Loloda, yang langsung diteruskan ke Command Center Basarnas Ternate guna meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Ferdinando Jofandri, mengonfirmasi Basarnas telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera menggelar Operasi SAR.

Informasi awal dari Polsek Loloda menyebutkan titik koordinat diduga lokasi kejadian (LKP) berada pada posisi 1^{\circ}40’7.01″ \text{ N} / 127^{\circ}34’22.79″ \text{ E} dengan radian 11.51^{\circ}.

“Pada hari Selasa (7/7) pukul 06.30 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate telah diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rescue Car dengan membawa perahu karet (LCR) serta peralatan SAR laut lengkap untuk melaksanakan operasi pencarian,” jelas Ferdinando.

Operasi pencarian ini melibatkan Tim Rescue Kansar Ternate, Polsek Loloda, keluarga korban, masyarakat dan nelayan Desa Kahatola. (tan)