PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menginstruksikan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), termasuk Kapolda Maluku Utara Irjen (Pol) Arif Budiman, untuk memetakan kampung-kampung yang menjadi pusat peredaran narkoba di wilayah masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di Indonesia. Tak hanya menyasar kawasan yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba, Suyudi juga memerintahkan jajarannya memetakan para bandar narkoba di setiap daerah agar penindakan dapat dilakukan secara lebih terarah. “Saya telah menginstruksikan seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung, terutama kampung narkoba yang ada di wilayahnya,” kata Suyudi di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan, langkah pemetaan tersebut mulai ditindaklanjuti melalui operasi penindakan di sejumlah wilayah. Kawasan yang menjadi sasaran di antaranya Kampung Ambon dan Kampung Bahari, serta lokasi lain yang diduga menjadi pusat aktivitas peredaran narkoba. “Jadi, sudah mulai para Kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing. Termasuk Kampung Ambon, Kampung Bahari, dan lain-lain,” tegasnya.

Sejak Jumat (9/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026), kepolisian menggelar serangkaian penggerebekan di sejumlah kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Operasi tersebut menyasar berbagai wilayah, mulai dari Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Jakarta Barat, Makassar, Palangka Raya, Balikpapan, hingga sejumlah daerah di Sumatera. Polisi menyebut rangkaian operasi itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk memperkuat pemberantasan peredaran narkoba yang dinilai semakin masif.

Sejak dilantik, Suyudi disebut langsung mendorong penguatan upaya pemberantasan narkoba. Pemetaan kawasan rawan dan identifikasi bandar diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap jaringan peredaran narkotika secara lebih luas. Tapi, pemberantasan narkoba tidak cukup berhenti pada penggerebekan di tingkat kampung. Pengungkapan jaringan pemasok, bandar besar, hingga aliran distribusi narkotika menjadi langkah penting agar penindakan tidak sekadar memutus peredaran di satu lokasi, tetapi juga menyasar jaringan yang memasoknya. (xel)