PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Praktik korupsi di negara ini terbilang sudah kiat akut. Bukan hanya di lembaga pemerintahan, kejahatan luar biasa tersebut bahkan sudah masuk ke wilayah Universitas. Kampus yang sejauh ini diyakin menjadi tempat penanaman nilai dan karakter, bisa dibilang jauh panggang dari api. Praktik dugaan korupsi di wilayah kampus diduga terjadi saat penerimaan mahasiswa baru, khususnya calon mahasiswa kedokteran.

Beberapa hari lalu Rektor Universitas Jenderal Sudirman dan lima petinggi kampus ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan itu kelihatannya membuka kejahatan di kampus-kampus lain. Para korban pemerasan juga mulai berani buka mulut. Kasus yang sama diduga terjadi di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate. Cara praktiknya juga diduga hampir sama dengan di Universitas Jenderal Sudirman.

Korban dugaan pemerasan adalah calon mahasiswa jalur mandiri. Beberapa korban dugaan praktik pemerasaan di Unkhair telah buka mulut. Ada yang terang-terangan lewat media sosial, ada pula yang menghubungi media dan menyampaikan keluhannya. Nilai uang yang diserahkan juga terbilang tidak sedikit. Meski begitu, para korban masih belum punya nyali untuk menyebut secara spesifik nama pelakunya. Yang disebut hanya petinggi kampus, termasuk di bagian Biro Akademik Kemahasiswaan- Kerja Sama (BAKK) Unkhair.

Dugaan praktik pemerasaan ini terjadi sekira bulan Juli-Agustus 2026. Korbannya lebih dari dua orang. Pelakunya pun diduga lebih dari satu orang. Para korban mengaku akan angkat bicara jika dugaan korupsi di Unkhair ini diusut aparat penegak hukum, apakah itu Kejaksaan Tinggi (Kejati) atau Polda Maluku Utara. Mereka berjanji akan memberikan bukti-bukti dan menyebut siapa saja yang mereka temui saat transaksi terjadi.

Sejauh ini pihak Unkhair belum angkat bicara. Hingga berita ini diturunkan, jurnalis Nuansa Media Grup (NMG) masih berupaya melakukan konfirmasi ke petinggi Unkhair. (*)