PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Seorang karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), La Rano (33), yang dilaporkan hilang sejak 18 September 2026, ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebun Sagu Walakleu, Desa Sawai Itepo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Jasad korban ditemukan di sekitar aliran kali yang mengering sekitar pukul 12.00 WIT. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah membengkak, berubah warna menjadi kebiruan, dan mengalami pembusukan. Hingga kini, penyebab serta waktu pasti kematian korban masih belum diketahui.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedewanto melalui Kapolsubsektor Weda Tengah, Ipda Abdul Rajak Jauhati, membenarkan penemuan tersebut. “Iya, ada penemuan mayat di kawasan Kebun Sagu Walakleu, Desa Sawai Itepo,” kata Abdul Rajak, Jumat (9/10/2026). Jasad La Rano pertama kali ditemukan oleh seorang anak bernama Geraldi Wasito bersama tiga rekannya saat mencari ikan di sekitar kali yang berada dekat Kebun Sagu Walakleu.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati aliran kali telah mengering dan melihat sesosok mayat. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada masyarakat setempat sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian terhadap La Rano yang berlangsung selama hampir tiga pekan. Meski demikian, sejumlah pertanyaan terkait keberadaan korban selama menghilang hingga penyebab kematiannya masih menunggu jawaban.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, La Rano diketahui meninggalkan tempat tinggalnya di Desa Lelilef Sawai pada Jumat (18/9/2026). Kepada keluarganya, korban sempat menyampaikan rencana pulang ke kampung halamannya di Buton karena mengalami gangguan kesehatan. Korban sebelumnya juga sempat menjalani pemeriksaan di Klinik PT IWIP. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, La Rano mengalami kekurangan trombosit.

Namun, setelah korban tidak lagi dapat dihubungi, keluarga mulai mencari keberadaannya. Mereka kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polsubsektor Weda Tengah pada 19 September 2026. Pencarian terus dilakukan hingga jasad korban akhirnya ditemukan pada 8 Oktober 2026 di kawasan Kebun Sagu Walakleu. Meski memiliki riwayat gangguan kesehatan sebelum menghilang, kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban. Kepastian mengenai hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Setelah ditemukan, jenazah La Rano dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan medis dan Visum et Repertum (VER). Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Tengah untuk mendalami kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri fakta-fakta di lokasi penemuan. Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada kepastian mengenai waktu maupun penyebab kematian La Rano. Hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta di balik kematian karyawan IWIP tersebut. (xel)