Tivanusantara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bakal mengembangkan kawasan pelabuhan Dufa-dufa menjadi kawasan industri. Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin Abdul Kadir usai melakukan pertemuan melalui zoom meeting bersama Kementerian ATR, Kementrian BKPM dan Pemkot Ternate bertempat di Eks-Crisant, Rabu (8/4).

Sekprov Samsuddin didampingi Asisten II, Sri Haryanti Hatari dan Dinas Perikanan melalui Kepala UPTD, Reza Daeng Barang.

“Melalui pertemuan ini, kita sedang membahas Dufa-dufa dari sebelumnya sebagai kawasan pelabuhan menjadi kawasan industri. Kita sedang menyesuaikan RTRW Kota Ternate yang sementara ini sedang direvisi,” ucap Samsuddin.

Samsuddin berharap kepada Pemkot Ternate saat revisi nanti yang diperhitungkan bukan hanya kawasan transportasi, tapi juga kawasan industri khususnya industri perikanan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kesediaan dari Pemkot Ternate, keputusannya disesuaikan dengan adanya kawasan industri,” ujar Samsuddin.

Sementara itu, Kepala UPTD Perikanan Dufa-dufa, Reza Daeng Barang, menambahkan pemerintah provinsi berkeinginan menjadikan pelabuhan Dufa-dufa menjadi industri besar, terutama industri pembekuan ikan yang bisa langsung melakukan ekspor ikan sehingga adanya pendapatan sendiri seperti dana bagi hasil.

“Yang jadi masalahnya di dalam rencana detail tata ruang (RDTR), pelabuhan Dufa-dufa masuk sebagai kawasan transportasi. Jadi izinnya yang dikeluarkan di KBLI itu cuma aktivitas cold storage. Sehingga tidak masuk dalam industri pembekuan,” terangnya.

Ia berharap, adanya koordinasi yang terus dilakukan bersama Pemkot Ternate terkait dengan penyesuaian RDTR. (tan)