PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Kebakaran hebat di Maluku Utara terjadi di beberapa titik. Di Kota Ternate bahkan terjadi di dua titik, yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru Deru, Kelurahan Takome dan di kawasan wisata Taman Love, Kelurahan Moya. Kebakaran di Taman Love terjadi sejak Jumat (2/10/2026). Warga dan petugas terus berusaha memadamkan api hingga Sabtu (3/10/2026). Sementara kebakaran di TPA terjadi pada Sabtu.

Di TPA, beberapa saksi mata mengaku melihat api dari sebuah bangunan kecil yang berada di dekat kawasan pembuangan sampah. Api kemudian menyebar dan memperluas area kebakaran. Puluhan warga mendatangi lokasi untuk menyaksikan kondisi kebakaran.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga telah bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luas area yang terdampak. Pihak berwenang masih melakukan penanganan di lapangan dan menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Sedangkan di Taman Love, menurut warga, sisa-sisa api akibat kebakaran pada Jumat belum dipadamkan secara menyeluruh sehingga kembali menyambar bagian lain. Hingga berita ini diturunkan, warga dan petugas terus melakukan upaya pemadaman.

Tidak hanya di Kota Ternate, kebakaran hebat juga terjadi di Kabupaten Morotai pada Sabtu (3/10/2026). Peristiwa kebakaran hebat ini terjadi di Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), tepatnya di dekat area Pertamina atau SPBU dan Puskesmas Wayabula, sekira pukul 16:25 WIT. Api yang muncul dari area samping Pertamina merambat dengan cepat akibat hembusan angin kencang. Kobaran api bahkan hampir melahap bagian pagar SPBU Morselbar yang berlokasi tak jauh dari pusat kota kecamatan tersebut serta terus meluas menuju bangunan Puskesmas Wayabula.

Personel gabungan TNI-Polri dari Koramil 1514-03/Wayabula dan Polsek Morselbar bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api yang terus menjalar agar tidak merusak fasilitas umum di sekitarnya. Kepala Puskesmas Wayabula, M Ahmad, mengonfirmasi titik api pertama kali terlihat pada sore hari dan langsung membesar ke arah fasilitas kesehatan yang dipimpinnya. “Baru saja ini, titik api diduga muncul dari area samping Pertamina, dan api terus melebar menuju area Puskesmas karena angin kencang,” kata Ahmad saat dikonfirmasi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian telah meminta seluruh warga di sekitar lokasi kejadian, penghuni rumah dinas, serta pegawai puskesmas untuk mengungsi sementara waktu. “Polisi sementara ada suruh di Puskesmas dan penghuni rumah dinas keluar di luar untuk mengantisipasi kobaran api menjalar. Saya juga sudah perintah siagakan staf Puskesmas semua untuk amankan barang-barang penting, kalau bisa dibawa keluar dulu,” tandas Ahmad. Penyebab pasti pemicu kebakaran di dekat bangunan SPBU Wayabula tersebut hingga saat ini masih belum diketahui. (xel)