PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi terkait persoalan krisis air bersih di Kota Ternate. Aksi tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Ternate, Selasa (6/10/2026). Dalam aksinya, GAMHAS meminta Pemerintah Kota Ternate melalui Perumda Ake Gaale segera mengaktifkan bak penampung air di Kelurahan Foramadiahi, memperluas distribusi air bersih ke RT 08 Kelurahan Tubo, serta menyelesaikan persoalan air bersih di RT 017 Kelurahan Tabona Puncak dan RT 01 Kelurahan Sasa Puncak.

Selain itu, GAMHAS juga meminta Wali Kota Ternate mengevaluasi kinerja Direktur Utama Perumda Ake Gaale. Usai menyampaikan aspirasi, para demonstran kemudian melakukan hearing terbuka bersama Direktur Utama Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Sjah. Firman menyampaikan apresiasi kepada GAMHAS Maluku Utara yang telah menyampaikan aspirasi terkait persoalan air bersih di Kota Ternate.

Menurutnya, penyampaian aspirasi tersebut merupakan bagian dari kontrol publik terhadap kinerja Perumda Ake Gaale. “Untuk persoalan air di Kelurahan Foramadiahi, ada satu bak penampung air yang belum difungsikan. Bahkan saya sudah turun mengecek langsung ke lokasi,” kata Firman.

Ia menjelaskan, bak penampung tersebut pada dasarnya dapat kembali dimanfaatkan. Namun, diperlukan sejumlah fasilitas pendukung, seperti jaringan pipa, pompa, serta panel listrik. “Jadi tinggal kita memanfaatkan atau memfungsikan kembali bak penampung air. Namun, kita harus menyediakan pipa atau jaringan air, termasuk pompa dan panel listrik,” ujarnya.

Sementara untuk persoalan distribusi air bersih di RT 08 Kelurahan Tubo, Firman mengakui jaringan air bersih memang belum menjangkau wilayah tersebut. “Untuk di RT 08 Kelurahan Tubo, memang jaringan air bersih belum sampai ke situ. Namun, saat ini kami bersama PUPR sudah bekerja sama. Kemarin kita juga sudah membahasnya dengan konsultan,” ungkapnya.

Firman menambahkan, Perumda Ake Gaale berencana menambah satu sumur bor di kawasan Tubo sebagai salah satu upaya menjawab keluhan masyarakat terkait ketersediaan air bersih. “Perumda Ake Gaale juga akan menambah satu sumur bor di daerah Tubo untuk menjawab keluhan air yang selama ini disampaikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Firman, persoalan distribusi air juga masih terjadi di sejumlah wilayah dengan kondisi geografis yang berada di dataran tinggi, seperti Sasa Puncak, Tabona, Jan, Maliaro, Tongole, dan Marikurubu. Di wilayah tersebut, kata dia, distribusi air masih dilakukan secara bergiliran. Bahkan, masyarakat harus menunggu sekitar empat hingga lima hari untuk mendapatkan aliran air. “Ini menjadi komitmen Perumda Ake Gaale untuk terus berupaya menyelesaikan berbagai masalah air bersih di Kota Ternate,” katanya.

Firman menyebut kondisi kemarau yang telah berlangsung selama tiga hingga empat bulan turut memengaruhi ketersediaan sumber air. Meski demikian, ia mengatakan pelayanan air bersih masih tetap berjalan. “Saya bersyukur, walaupun ada kemarau yang sudah berlangsung tiga sampai empat bulan, tetapi air kita masih tetap berjalan aman,” ujarnya.

Selain itu, Perumda Ake Gaale saat ini juga melakukan penggalian sumur bor di Kelurahan Ubo-Ubo. Sumur tersebut diharapkan dapat membantu menyuplai kebutuhan air di kawasan Danau Ngade yang debit airnya mulai berkurang akibat kemarau. “Saat ini kita lagi melakukan penggalian satu sumur bor juga di daerah Kelurahan Ubo-Ubo untuk membantu menyuplai air di Danau Ngade. Karena dengan adanya kemarau ini, air Danau Ngade itu sudah mulai berkurang,” jelas Firman.

Ia berharap sumber air dari sumur bor tersebut dapat ditemukan dan dimanfaatkan dalam waktu dekat. “Semoga saja dalam bulan ini, air bisa kita dapat dari sumur bor di Kelurahan Ubo-Ubo,” tandasnya. (rii)