PT. Nuansa Media Grup

Email:
redaksi@mail.com (Redaksi)
marketing@mail.com (Marketing)
kerjasama@mail.com (Kerjasama)
cs@mail.com (Customer Care)

Copyright © 2024 WPTerkini ThemesApp.com. All rights reserved.

Tivanusantara – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pulau Morotai menyiapkan sekitar 110.000 bibit tanaman perkebunan untuk membantu petani mengganti tanaman yang mati akibat musim kemarau dan kebakaran. Bantuan bibit tersebut disiapkan melalui program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan petani sekaligus memulihkan tanaman perkebunan yang terdampak musim kemarau berkepanjangan.

Plt. Kepala DPKP Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan, total bibit yang disiapkan mencapai 110.000 bibit, terdiri dari 40.000 bibit kakao, 30.000 bibit pala, 30.000 bibit kelapa Bido, dan 10.000 bibit kelapa dalam. “Totalnya itu ada 110.000 bibit yang disiapkan. Itu terdiri dari 40.000 bibit kakao, 30.000 bibit pala, 30.000 bibit kelapa Bido, dan 10.000 bibit kelapa dalam,” ujar Tamhid, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, seluruh persyaratan administrasi pengadaan bibit tersebut telah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon dan dinyatakan lengkap. “Saat ini bibit masih menunggu penyaluran. Secara administrasi sudah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon dan dinyatakan lengkap. Tinggal menunggu proses penyaluran,” jelasnya.

Selain bantuan bibit, Pemkab Morotai juga mulai menyalurkan pupuk organik untuk mendukung produktivitas pertanian di daerah tersebut. Tamhid menyebutkan, sebanyak 22 ton pupuk organik telah disalurkan sekitar dua pekan lalu. Sementara tambahan 88 ton pupuk organik dijadwalkan disalurkan pada pekan depan. “Sebanyak 22 ton pupuk organik telah disalurkan sekitar dua minggu lalu. Sementara penyaluran tambahan sebanyak 88 ton pupuk organik dijadwalkan berlangsung pada pekan depan,” katanya.

Menurut Tamhid, bantuan bibit dan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali mengembangkan tanaman perkebunan, khususnya tanaman yang mengalami kerusakan akibat kekeringan dan kebakaran. “Program ini kami berharap dapat membantu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat petani di Kabupaten Pulau Morotai,” tutupnya. (ula/xel)