Oleh: Fai Umarama

___________

PARIWISATA menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2025 dan daerah yang menyumbang pertumbuhan terbesar bagi PDB provinsi adalah Bali. Pariwisata menjadi primadona pertumbuhan ekonomi daerah, rantai perekonomian daerah sekitar ataupun bandara dan pelabuhan terus bertumbuh. Bahkan Maldives negara tanpa sumber daya alam lainnya, hanya tumbuh dengan pariwisata bahari dan perhotelan.

Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam yang alami, melainkan elaborasi berbagai potensi yang menjadi value untuk masing-masih daerah. Tentu banyak hal yang menjadi pendongkrak suatu daerah menjadi kota pariwisata, namun yang menonjol tentu beberapa hal. Misalnya, Bali bukan hanya saja identik pantai Kuta dan pantai lainnya, tapi juga dengan budaya dengan ciri khas rumah dan pakaian yang tidak dimiliki di daerah lainnya. Selain Bali, Lombok juga tidak kalah saing dengan pantai-pantai Bali, juga menawarkan wisata gunung Rinjani dan dikenal daerah 1.000 masjid.

Kepulauan Sula berada di segitiga, 3 daerah dengan pariwisata yang lebih viral melebihi pantai Waka, Fatkauyon yang hanya menawarkan pasir putih denga laut yang bening dan pohon yang rapi. Ketiga daerah tersebut adalah pariwisata Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah di bagian barat; Maluku di bagian timur; dan Utara terdapat Halmahera dan kepulauan sekitar termasuk Ternate. Dalam sejarah pun, Kepulauan Sula hanya menjadi persinggahan Kesultanan Banggai, Kesultanan-kesultanan di Halmahera, Ternate dan Tidore.

Maluku

Maluku mempunyai pasir panjang di Kei yang sangat halus bagaikan tepung dan berada di urutan kedua di dunia pasir terhalus. Terhalus di dunia menjadi value yang mahal dan sangat diburu karena susah didapat di daerah atau negara lainnya. Selain itu, Banda Naira yang saat ini sudah go Internasional dengan pemandangan dan cerita sejarah yang pernah menjadi objek pertukaran Inggris dengan pulau Manhattan New York, Amerika Serikat dengan Belanda yang dikuasai saat itu.

Halmahera

Halmahera hanya berjarak beberapa menit dengan Kota Ternate yang menawarkan banyak pilihan pariwisata. Jika para turis tidak puas dengan pantai Sulamadaha dan danau Tolire, maka Halmahera yang sangat memungkinkan karena transportasi yang lancar dan dekat. Di sana kaya akan peninggalan sejarah perang Dunia II, negeri para sultan, Pulau Dodola-Maldivesnya Indonesia dan gunung tinggi menjulang menjadi surga bagi para pendaki

Banggai, Sulawesi Tengah

Banggai lebih banyak menawarkan berbagai wisata Kepulauan, pasir putih, bukit teletubbies, pesona bawah laut yang lebih memukau bagi pecinta snorkeling dan diving. Selain itu air terjun dan danau sebening kaca di wilayah Banggai menjadi incaran para traveler tanah air.

Ketiga daerah tersebut menjadi gudang tumpuan berbagai list tempat wisata Indonesia timur yang lebih menjanjikan banyak cerita dan ciri yang khas. Selain itu terjangkau dengan transportasi yang lancar. Tentu menjadi tantangan yang sangat berat bagi masyarakat dan Pemerintah Kepulauan Sula untuk mengalihkan perhatian para turis untuk datang berkunjung.

Saya yang telah menginjakkan kaki di 16 provinsi, hampir setengah dari provinsi di Indonesia selalu menjadi pertimbangan wisata jika akan bepergian. Selain wisata pantai, opsi tawaran wisata lain seperti air terjun, danau, gunung, sejarah, budaya dan bahkan tata kota dan perekonomian untuk dikaji yang selalu menjadi pertimbangan dalam list. Selain itu transportasi yang murah, lancar dan mudah didapat. Opsi-opsi dan kemudahan tersebut yang tidak didapat di Kepulauan Sula.

Tempat wisata di Kepulauan Sula juga banyak dimiliki oleh daerah-daerah lain dan tidak memiliki value melebih sama seperti pasir putih terhalus kedua di dunia yang ada di Maluku, pulau Dodola-Maldives Indonesia yang ada di Morotai dan danau Paisupok sebening kaca yang ada di Banggai.

Tentu jika pemerintah Kepulauan Sula seriusi pariwisata, maka beban yang sangat berat untuk menjawab persoalan di atas. Butuh kajian mendalam dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pariwisata Kepulauan Sula. Bukan hanya sebatas berbagai pagelaran festival lalu membuat pariwisata Sula maju, itu Nonsen. (*)