Oleh: Zulmi Fahmi
Mahasiswa IAIN Ternate
________________
AIR bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih yang aman dan berkelanjutan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan suatu daerah. Namun, di Kota Ternate, persoalan air bersih hingga kini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak dasar masyarakat atas air bersih masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan teknis.
Sebagai kota kepulauan dengan wilayah daratan yang terbatas, Ternate memiliki ketergantungan tinggi terhadap sumber air tanah dan sistem distribusi dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dalam praktiknya, pelayanan air bersih belum berjalan secara optimal. Banyak masyarakat mengeluhkan distribusi air yang tidak merata, aliran yang sering terhenti, serta kualitas air yang terkadang tidak layak digunakan. Permasalahan ini lebih dirasakan oleh warga yang tinggal di wilayah ketinggian dan daerah pinggiran kota.
Permasalahan utama air bersih di Ternate tidak hanya terletak pada keterbatasan sumber air, tetapi juga pada lemahnya pengelolaan dan perencanaan jangka panjang. Ketergantungan yang tinggi terhadap air tanah tanpa diimbangi dengan upaya konservasi berpotensi menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan dampak serius seperti berkurangnya cadangan air, kerusakan ekosistem, hingga ancaman intrusi air laut. Jika kondisi ini dibiarkan, maka krisis air bersih di masa depan menjadi ancaman yang nyata.
Selain itu, ketimpangan distribusi air bersih mencerminkan adanya ketidakadilan dalam pelayanan publik. Air bersih seharusnya dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang lokasi tempat tinggal. Ketika sebagian masyarakat harus membeli air dengan biaya tambahan sementara sebagian lainnya menikmati pasokan yang relatif lancar, maka hal tersebut menunjukkan belum terpenuhinya prinsip keadilan sosial dalam penyediaan layanan dasar.
Dampak dari permasalahan air bersih ini sangat luas. Dari sisi ekonomi, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon atau air tangki. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kondisi ini tentu menjadi beban yang cukup berat. Dari sisi kesehatan, keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Dengan demikian, persoalan air bersih tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Upaya pemerintah daerah dalam menangani permasalahan air bersih patut diapresiasi, seperti perbaikan jaringan pipa dan penambahan fasilitas distribusi. Namun, langkah-langkah tersebut masih cenderung bersifat jangka pendek dan reaktif. Diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, termasuk pengembangan sumber air alternatif, pemanfaatan air hujan, serta penguatan sistem pengelolaan dan pengawasan sumber daya air.
Di sisi lain, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keberlanjutan air bersih. Kesadaran akan pentingnya penghematan air, perlindungan lingkungan, dan tidak melakukan pencemaran sumber air harus terus ditingkatkan. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, kebijakan dan program pemerintah tidak akan berjalan secara maksimal.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permasalahan air bersih di Kota Ternate merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Air bersih bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan berkelanjutan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola air, dan masyarakat agar persoalan air bersih di Ternate dapat diatasi secara menyeluruh dan berjangka panjang. (*)

Tinggalkan Balasan