Oleh: Riski M Djae
Mahasiswa IAIN Ternate
_____________
AIR bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Namun, realitas tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh warga Tubo RT 08, Kota Ternate. Hingga kini, wilayah yang berada di dataran tinggi dan cukup jauh dari pusat pemukiman lain itu masih mengalami krisis distribusi air bersih.
Letak geografis Tubo RT 08 menjadi salah satu faktor utama sulitnya penyaluran air dari pemerintah. Ketinggian wilayah serta jarak yang jauh dari jaringan distribusi air membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih secara rutin. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan perubahan yang berarti.
Berbagai upaya telah dilakukan warga, mulai dari menyampaikan keluhan secara langsung hingga melaporkan permasalahan ini kepada pihak terkait. Sayangnya, laporan tersebut belum membuahkan tindakan nyata. Bahkan, beberapa mahasiswa sempat datang untuk berdiskusi dan menyuarakan kembali persoalan krisis air bersih ini, namun hingga saat ini warga masih harus bertahan dengan kondisi yang sama.
Akibat tidak adanya pasokan air bersih dari pemerintah, warga terpaksa mencari solusi secara mandiri. Sebagian warga memilih membeli tangki penampung air berkapasitas 1.200 hingga 2.000 liter untuk menampung air bersih yang dipesan dan diantar menggunakan truk. Biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit, terlebih bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Selain membeli air, sebagian warga juga mengandalkan air hujan sebagai sumber alternatif. Saat hujan turun, mereka menampung air untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Bagi warga Tubo RT 08, hujan bukan lagi sekadar fenomena alam, melainkan menjadi rahmat yang sangat dinantikan.
“Sudah beberapa kali kami laporkan, tapi tidak ada perubahan. Mahasiswa juga pernah datang dan membicarakan hal ini, namun sampai sekarang air bersih tetap jadi masalah,” ujar salah satu warga Tubo RT 08.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di saat sebagian wilayah di Kota Ternate dapat menikmati air bersih dengan mudah, warga Tubo RT 08 masih harus berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius dan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih ini. Akses terhadap air bersih bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warga negara.
Selama solusi belum juga hadir, hujan akan terus menjadi harapan. Bukan sebagai bencana, tetapi sebagai rahmat yang menopang kehidupan warga Tubo RT 08. (*)

Tinggalkan Balasan