Tivanusantara – Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, secara resmi membuka Festival Koropon tahun 2025 di Mabapura, Sabtu (27/12). Kegiatan ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Mabapura ke-54.
Event bertajuk “Mengembalikan Napas Falgali” ini diselenggarakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Festival ini sukses tembus rekor MURI dengan penari lala tradisional terbanyak di Maluku Utara, sekitar 1.000 penari yang diambil langsung dari SMP dan SMA di tujuh kecamatan di Halmahera Timur.
Sekalipun festival ini wilayahnya skala desa, tetapi suasananya terasa seperti event skala provinsi. Kegiatan ini juga berhasil menghidupkan para pelaku UMKM dan sekaligus mengembangkan minat generasi muda terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua Panitia Festival Koropon, Samsul Bahrudin, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperingati hari jadi Mabapura ke-54, guna menjaga tali kebersamaan dan kekompakan warga Mabapura demi melestarikan nilai-nilai falgali. Dalam bahasa Maba yang artinya saling membantu satu sama lain.
“Ini adalah bentuk dari upaya untuk menjaga, merawat serta mempromosikan tarian lala tradisional ke kancah nasional lewat memecahkan MURI 1.000 penari,” ujarnya.
Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menggagas event tahunan tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, kami berharap kegiatan Festival Koropon ini diadakan setiap tahun dan kegiatan ini adalah paling besar di Halmahera Timur,” kata Ubaid.
Turut hadir dalam acara Festival Koropon, yakni Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ketua DPRD Halmahera Timur, Ketua TP KK Halmahera Timur, TNI-Polri Halmahera Timur, Kejari Halmahera Timur serta pimpinan SKPD Halmahera Timur. (udi/tan)

Tinggalkan Balasan