Tivanusantara – Sebuah longboat berpenumpang 11 orang dilaporkan hilang kontak antara perairan Halmahera Barat dan Pulau Batang Dua, Maluku Utara. Informasi hilangnya longboat tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari keluarga korban, Tasman, pada Rabu (26/6).

Insiden itu bermula saat longboat dengan nama lambung Ebenheizer berwarna putih biru itu bertolak dari Pelabuhan Tobaol, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, menuju Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate pada Selasa (25/6) sekira pukul 09.00 WIT.

Adapun jarak tempuh ke Pulau Batang Dua membutuhkan waktu perjalanan selama 8 jam, dan kontak terakhir pukul 13.00 WIT. Namun, hingga saat ini longboat tersebut belum tiba di Pulau Batang Dua.

“Keluarga telah berusaha menghubungi penumpang yang berada di longboat, namun belum ada satu pun yang terhubung. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Ternate dan memohon bantuan SAR,” jelas Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman.

Setelah menerima laporan pukul 08.20 WIT, Tim Sar Gabungan dengan menggunakan KN SAR 237 Pandu Dewanata Sar Ternate menuju LKP untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap longboat yang mengalami lost contact tersebut.

Unsur yang terlibat, yakni Basarnas Ternate, Dit Polair Polda Malut, Korem 152/Babullah Ternate, masyarakat Batang Dua dan keluarga korban.

Adapun nama-nama korban sebagai berikut:

1. Markus Arnyanyi
2. Robinson Arnyanyi
3. Delifrain Pugutu
4. Magelhains Pugutu
5. Daromes Teo Pugutu
6. Rivan Pugutu
7. Elroi Pugutu
8. Romario Tarussy
9. Yuldin Arnyanyi
10. Yanti Pugutu
11. Andre Pugutu.

(tan)