Tivanusantara – Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI Maluku Utara, Rizky Ramli, bersama pengurus DMI Halmahera Selatan menggelar pertemuan informal dalam suasana santai namun penuh syarat makna. Diskusi ini berlangsung hangat sambil ngopi bersama, membahas berbagai agenda strategis keumatan, khususnya terkait pembangunan masjid di wilayah Halmahera Selatan.

‎Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara PRIMA DMI dan DMI Halsel dalam memperkuat sinergi kelembagaan. Diketahui, PRIMA DMI merupakan bagian dari DMI yang berfokus pada pembinaan dan penguatan peran generasi muda masjid, sehingga kolaborasi ini dinilai penting dalam mendorong keberlanjutan gerakan kemasjidan.

‎Fokus utama pembahasan adalah kondisi masjid di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan perhatian serius, baik dari segi infrastruktur, manajemen, maupun penguatan fungsi sosial-keagamaan masjid. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, terutama bagi generasi muda.

‎Ketua DMI Halmahera Selatan, Nasarudin Kausaba, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara DMI dan PRIMA DMI, khususnya dalam menghidupkan peran masjid sebagai pusat aktivitas umat.

‎“DMI Halsel berkomitmen menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan generasi muda,” ujarnya kepada Nuansa Media Grup, Rabu (8/4).

‎Dalam diskusi tersebut, DMI Halsel juga menyoroti kondisi sejumlah masjid yang masih membutuhkan perhatian, baik dari aspek infrastruktur, manajemen, maupun penguatan fungsi sosial-keagamaan.

‎Ketua PRIMA DMI Maluku Utara, Rizky Ramli, menambahkan pihaknya sangat mendukung inisiasi pikiran dari DMI Halsel.

“Ini menjadi energi baru dalam menggerakkan remaja masjid agar lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam memakmurkan masjid,” ujar Rizky.

‎Ia menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk kepengurusan PRIMA DMI di Halmahera Selatan dengan melibatkan berbagai organisasi kepemudaan Islam yang tergabung dalam kelompok cipayung, seperti HMI, PMII, PII, dan KAMMI.

‎“Kami ingin membangun kolaborasi yang inklusif. PRIMA DMI di Halsel nantinya akan melibatkan kader-kader dari HMI, PMII, PII, dan KAMMI, agar gerakan remaja masjid benar-benar hidup dan memiliki basis kader yang kuat,” jelas Rizky.

Selain itu, salah satu agenda yang akan segera direalisasikan oleh DMI dan Prima DMI adalah kegiatan bertajuk “DMI Menyapa Masjid” yang direncanakan berlangsung di wilayah Bacan dalam waktu dekat.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendekatkan DMI dengan masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan riil masjid di lapangan.

‎Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan pembangunan dan pengelolaan masjid di Halmahera Selatan dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (tan)