Tivanusantara — Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar (AMPP) Togammoloka Maluku Utara kembali melaksanakan program pendidikan nonformal di pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara. Kali ini, program tersebut berlanjut di Desa Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (3/4).

Program ini merupakan bagian dari dukungan pertumbuhan pendidikan yang berkualitas, khususnya di daerah yang sulit dijangkau oleh kebijakan pemerintah.

Ketua AMPP Togammoloka, Muhammad Iram Galela, mengatakan sektor pendidikan merupakan hal yang utama, karena kemajuan daerah tidak terlepas dari dukungan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Walaupun program kami saat ini masih menyasar pada sektor pendidikan nonformal, akan tetapi itu merupakan wujud nyata dukungan untuk kemajuan pendidikan yang harus disertai dengan segala medium pembelajaran,” ujar Iram.

Lanjut Iram, pihaknya berkomitmen bahwa program pendidikan nonformal akan menjangkau beberapa wilayah di Maluku Utara, terutama di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Iram menjelaskan, program ini mempunyai misi yang selaras dengan konstitusi UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga itu, pihaknya akan berupaya untuk roadshow ke 10 kabupaten/kota di Maluku Utara yang layak disambangi untuk memfasilitasi program pendidikan tersebut.

Ketua Departemen Pendidikan AMPP Togammoloka, Suwarno A Djabar, menambahkan potensi daerah khususnya di Pulau Morotai bukan hanya diperhatikan di sektor SDA, melainkan juga harus menjadi atensi di sektor SDM sejak dini.

“Kami, AMPP Togammoloka melihat Desa Galo-Galo yang indah ini harus didukung dengan potensi SDM yang mampu menjemput kemajuan daerah dengan pendidikan sejak dini,” ucap Suwarno.

Sembari menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dan dukungan penuh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terhadap pendidikan di daerah-daerah terluar di Maluku Utara. Dengan demikian, diharapkan bisa mendorong anak-anak Maluku Utara menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Hal ini sesuai dengan semangat pemerintah pusat untuk menjawab tantangan buta aksara, stunting dan menjawab degradasi pendidikan di pulau-pulau terluar di Indonesia.