Tivanusantara – Dua desa di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) alami dampak eksploitasi lingkungan dari aktivitas kegiatan pertambangan nikel. Akhir-akhir ini kualitas air di Desa Lelilef Sawai dan Desa Lelilef Waibulan terbilang menurun. Rasa air di dua desa tersebut tidak seperti dulu, jauh sebelum perusahaan tambang beroperasi. Selain rasa air sudah payau (salobar), warnanya pun sudah berubah total, sudah tak jernih lagi.
Perubahan rasa dan warna air tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun lalu. Warga lingkar tambang sempat melayangkan protes ke perusahaan pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik itu. Gelombang protes ketika itu tidak membesar, karena pihak perusahaan berjanji akan membuat program air bersih. Sayangnya, hingga kini program air bersih tidak jalan.
Bukan hanya air, atap rumah di dua desa itu sebagian rapuh, akibat polusi yang bersumber dari eksploitasi lingkungan gila-gilaan di PT IWIP. Sejak diresmikan dari tahun 2018 hingga sekarang, program Corporate Social Responsibility (CSR) juga tidak jelas arahnya. Warga lingkar tambang mengaku tidak menerima dampaknya. Selain itu, kegiatan penyiram air di jalan raya dan lingkungan dua desa pun tidak jalan sesuai dengan jadwal.
Warga Desa Lelilef Sawai dan Desa Lelilef Waibulan melampiaskan kekesalannya terhadap perusahaan melalui demonstrasi pada Senin (30/3/2026). Aksi digelar di Taman Madani dan Bandara Chekel milik PT IWIP. Ratusan massa aksi menyampaikan kekecewaannya terhadap PT IWIP yang tidak merealisasikan janji-janjinya, termasuk soal program air bersih. Warga juga mengaku tidak tahan lagi dengan polusi bertahun-tahun di kawasan desa akibat eksploitasi lingkungan dari perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan.
Aksi ini dikawal polisi dari Polres Halmahera Tengah. Massa aksi menuntut agar bertemu langsung dengan Direktur Utama PT IWP, Kevin He. Demonstrasi yang dilakukan warga dua desa tersebut tidak langsung direspons oleh pihak perusahaan. Warga setempat menegaskan akan kembali lagi pada Rabu (1/4/2026) untuk mendengarkan langsung keterangan pihak perusahaan. (xel)

Tinggalkan Balasan