Tivanusantara – Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Maluku Utara melalui Departemen Politik, Hukum, Keamanan (Polhukam) dan Isu Kontemporer menyatakan sikap keras atas insiden kericuhan yang terjadi pada malam takbiran Idulfitri 1447 H di Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara
Insiden yang bermula di Desa Gamsungi, Jumat (20/3) tepatnya di pertigaan depan Polsek Tobelo tersebut, diduga dipicu oleh tindakan provokatif seorang warga bernama Sony Katipana.
Ketua Departemen Polhukam PW Pemuda Hidayatullah Malut, Ary Ibrahim, menjelaskan bahwa kegiatan pawai keliling yang diselenggarakan Front Pemuda Muslim Tobelo awalnya berlangsung kondusif. Namun, situasi memanas sekitar pukul 21.00 WIT.
“Pelaku Sony Katipana menghadang mobil komando takbiran dan meminta massa menurunkan bendera Palestina dengan nada kasar serta ekspresi menantang,” ujar Ary dalam keterangan pers, Senin (23/3).
Panitia takbiran kemudian berinisiatif untuk melakukan mediasi dan persuasi. Upaya persuasi yang dilakukan panitia tidak membuahkan hasil. Pelaku justru memberikan perlawanan saat diminta menjauh dari badan jalan, hingga akhirnya memicu bentrokan antara massa pawai dan sekelompok orang yang mendukung pelaku.
Selain mengecam aksi pelaku, Pemuda Hidayatullah juga melayangkan kritik tajam terhadap Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu. Pihaknya menilai pernyataan Kapolres di media massa terkesan menyudutkan pihak panitia takbiran.
“Kami sangat menyesalkan pernyataan Kapolres Halut yang seolah-olah menempatkan massa takbiran di posisi yang salah, tanpa mendengar kronologis lengkap dari kedua belah pihak. Hingga saat ini, saksi dan bukti yang kami kumpulkan belum direspons oleh pihak kepolisian,” tegas Ary.
Pihaknya menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf secara lisan. Mereka menuntut proses hukum hingga pelaku bisa mendekam di sel tahanan sebagai bentuk sanksi demi menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama di Tobelo.
“Ini bukan sekadar soal maaf, tapi soal kebenaran narasi. Kami menginstruksikan teman-teman di Front Pemuda Muslim Tobelo untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan tindakan brutal seperti ini merusak kesehatan lingkungan umat beragama di Maluku Utara,” tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan