Tivanusantara – KM Gandha Nusantara 17 yang sempat dilaporkan mengalami kerusakan mesin berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Kapal yang melayani rute Bitung-Ternate sempat dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (15/3).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan proses evakuasi sedikit mengalami kendala akibat cuaca buruk, namun tujuh kru KM Gandha Nusantara 17 berhasil dievakuasi dengan bantuan KM Sabuk Nusantara 115 yang melintas di perairan tersebut.

“Pada pukul 15.15 WIT, tujuh orang korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat ke kapal Sabuk Nusantara 115. Selanjutnya dibawa menuju ke Pelabuhan Ahmad Yani. PT Pelni Ternate juga mengirimkan KM Sabuk Nusantara 86 untuk memberikan bantuan dan pengawalan bersama KN SAR Pandudewanata, namun mengalami kendala cuaca buruk gelombang tinggi disertai angin kencang,” ujar Iwan.

Ia mengatakan, sekitar pukul 18.50 WIT, KM Sabuk Nusantara 86 tiba di lokasi dan bertemu dengan KM Sabuk Nusantara 115, kemudian melaksanakan pengawalan menuju Pelabuhan Ahmad Yani Ternate bersama KN SAR Pandudewanata.

“Pada pukul 23.00 WIT, seluruh tim bersama korban tiba di dermaga Pelabuhan Ahmad Yani dalam keadaan selamat. Seluruh korban kemudian diserahkan kepada pihak PT Pelni Ternate dan pihak keluarga lalu dilanjutkan pemeriksaan medis oleh tim kesehatan Polda Malut,” ujar Iwan.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.

Unsur yang terlibat yakni Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Malut, Brimob Polda Malut, Polres Ternate, Biddokes Polda Malut, Lanal Ternate, Korem 152 Baabullah, KPLP Ternate, PT Pelni, PT Pelindo, BPPK Malut, KM Sabuk Nusantara 115, KM Sabuk Nusantara 86, Jasa Raharja Ternate dan RAPI Ternate.

Kronologi

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, kapal KM Gandha Nusantara 17 berangkat dari Bitung menuju Ternate pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 22.00 WIT.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate dari Rudi Arif, perwakilan Pelni Ternate, pada Minggu siang.

Namun dalam perjalanan, tepatnya pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT, kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Maluku Utara.

Setelah kerusakan terjadi, kru kapal berupaya melakukan perbaikan secara mandiri. Namun hingga beberapa jam kemudian, upaya tersebut belum berhasil memperbaiki kerusakan pada mesin kapal.

Melihat kondisi tersebut, kapten kapal kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak Pelni. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Ternate untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.

Dia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.

“Pada pukul 12.15 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur yang terlibat langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata untuk melakukan proses evakuasi,” ujar Ferdinando.

Di sisi lain, KM Sabuk Nusantara 115 yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian sempat berupaya melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan. Namun upaya tersebut mengalami kendala akibat kondisi cuaca di perairan yang cukup ekstrem.

Dilaporkan, tinggi gelombang di sekitar lokasi mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter sehingga menyulitkan proses penarikan kapal. Selain itu, kapal yang mengalami kerusakan juga dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 20 derajat.

Data korban selamat:

1. Untung Purwadi

2. Felix Herman Sulipatty

3. Teguh Gunawan

4. Dimas Afif Sugiyanto

5. Anselmus Hamonangan

6. Mohammad Al Yudha C,R

7. Mochmad Makhsun.

(tan)