Tivanusantara – Gendang sahur bertajuk “Bintang Prestasi Ramadan 1447 H” resmi dibuka, Minggu (1/3) malam. Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Auponhia (IPMA) ini berlangsung di gedung pemuda Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Ramadhan Berkah, Rekahkan Spirit Solidaritas dan Keakraban Ukhuwah Islamiah”.
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Umum IPMA Helmi Temarut, perwakilan Kepala Desa Auponhia yang diwakili oleh Sekretaris Desa Darsan Umafagur, Ketua BPD Auponhia Muliati Umafagur, Babinkamtibmas Desa Auponhia, Ketua Pemuda Desa Auponhia, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Auponhia.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Nadia Panigfat menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wujud tanggung jawab pelajar dan pemuda desa dalam menghidupkan bulan suci Ramadan melalui kegiatan yang edukatif dan membangun karakter generasi muda.
“Kami ingin Ramadan di Desa Auponhia bukan hanya semarak, tetapi juga bermakna. Solidaritas harus nyata dalam kerja, keakraban terlihat dalam kebersamaan, dan ukhuwah terasa dalam setiap proses kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPMA Helmi Temarut, menambahkan IPMA berkomitmen menjadi motor penggerak kegiatan positif di desa, khususnya dalam momentum Ramadan.
“IPMA harus hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda. Kegiatan ini adalah bukti bahwa pelajar dan mahasiswa Desa Auponhia mampu bersatu, berinisiatif, dan mengambil peran dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga komunikasi, serta memperkuat kekompakan demi suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.
Sekretaris Desa Darsan Umafagur menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPMA dalam menyelenggarakan kegiatan Ramadan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara pemuda dan pemerintah desa dalam menciptakan suasana Ramadan yang religius, aman, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Panitia menargetkan anggaran kegiatan sebesar Rp5 juta. Hingga pembukaan berlangsung, target tersebut belum sepenuhnya tercapai. Namun demikian, semangat gotong royong dan dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan kegiatan.
Acara pembukaan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Gendang sahur ini diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta ajang pengembangan bakat generasi muda Desa Auponhia. (tan)

Tinggalkan Balasan