Tivanusantara – Sepuluh desa pada dua kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat dilanda banjir hingga longsor akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir.

Sepuluh desa yang terdampak banjir dan longsor tersebut yakni Desa Duono Kecamatan Tabaru, Desa Gamlamo Kecamatan Ibu dan Desa Tongute Ternate Asal, Desa Tongute Ternate, Desa Tahafo, Desa Togola Sanger, Desa Talaga, Desa Gamkonora, Desa Ngawet serta Gunung Cengkih Desa Ngalo-Ngalo.

Aparat kepolisian dari Polsek Ibu, Polres Halmahera Barat, diterjunkan untuk membersihkan sisa-sisa material, lumpur dan potongan-potongan kayu hingga rumput dari dampak banjir yang menutup akses jalan dan jembatan di Desa Gamlamo dan Kampung Cina Desa Tongute Ternate Asal.

Selain melakukan pembersihan, sejumlah personel juga melakukan upaya evakuasi kepada sejumlah korban yang terkena dampak baik banjir hingga longsor di Desa Talaga dan Desa Ngalo-Ngalo, Kecamatan Ibu Selatan.

Kapolsek Ibu, IPDA Imam Eko A. Y. Wibowo, mengaku sejumlah rumah yang tersebar di beberapa desa mengalami rusak berat akibat dampak dari banjir hingga longsor.

Ia merincikan, sejumlah rumah yang rusak tersebut, dua rumah berada di Desa Duono Kecamatan Ibu Utara, 7 rumah di Desa Tongute Ternate Asal Kecamatan Ibu, 1 rumah di Desa Tongute Ternate dan 1 rumah berada di Desa Gamsida Kecamatan Ibu.

“Air yang merendam rumah-rumah warga dan pertokoan di kampung Cina dengan ketinggian bervariasi mulai dari 1 meter sampai dengan 3 meter. Namun air yang merendam rumah-rumah warga sudah surut dari pukul 10.00 WIT pagi tadi,” katanya, Rabu (7/1).

“Tanah longsor di gunung cengkih Desa Ngalo-Ngalo Kecamatan Ibu Selatan menutup akses jalan, sehingga berdampak pada gangguan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas di area tersebut,” sambungnya.

Imam menuturkan, selain akses jalan hingga banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga, listrik di Kecamatan Ibu semuanya padam sehingga berpengaruh pada jaringan telekomunikasi.

“Di Kecamatan Ibu semua wilayah listrik sudah padam sejak jam 5, sementara jaringan telekomunikasi tidak bisa diakses sejak jam 2 siang,” tandasnya.(gon/tan)