Tivanusantara – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir memicu banjir besar di Kabupaten Halmahera Barat pada Rabu (7/1). Luapan sungai dilaporkan merendam ratusan pemukiman warga di Kecamatan Ibu setelah tanggul dan bronjong sungai jebol tak mampu menahan debit air yang meningkat drastis.
Kronologi Kejadian
Peningkatan debit air akibat meluapnya kali Desa Gamlamo sekira pukul 03.00 dini hari WIT. Air dengan cepat meluap dan menggenangi rumah warga di Desa Tongute Ternate Asal, Desa Gamlamo, hingga Desa Tongute Ternate. Kecepatan luapan air yang datang secara tiba-tiba sempat membuat sejumlah penduduk terjebak di dalam rumah sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.

Dampak Kerusakan
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, dampak kerusakan tersebar di beberapa titik di Kecamatan Ibu dengan rincian sebagai berikut:
Desa Tongute Ternate Asal: 26 rumah rusak berat, 34 rumah terdampak, serta 13 toko dan kios mengalami kerusakan.
Desa Tongute Ternate: 289 warga terdampak, 8 rumah rusak berat, dan 20 rumah rusak ringan.
Desa Gamlamo: 95 rumah terendam air, dengan rincian 4 rusak berat dan 6 rusak ringan.
Desa Sarau & Duono: 49 rumah terendam di Desa Sarau, sementara di Desa Duono tercatat 2 rumah rusak berat dan 4 rusak ringan.
Fasilitas Umum: Satu unit Pasar Ikan di Kecamatan Ibu dilaporkan lenyap tersapu arus banjir yang kuat.
Respons Pemerintah dan Kondisi Terkini
Kepala BPBD Halmahera Barat, Wawan MT Ali, menyatakan bahwa personelnya saat ini tengah disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan serta validasi data korban terdampak.
“Kondisi saat ini, Alhamdulillah curah hujan sudah rendah dan aktivitas air sudah mulai turun. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan lagi,” ujar Wawan dalam keterangannya.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah menyiapkan skema evakuasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal:
Tempat Evakuasi: Menggunakan gedung sekolah di Desa Gam Ici (hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan).
Dapur Umum: Akan dibangun di dua titik, yakni di depan Gedung Pertemuan Kecamatan Ibu dan di Kantor Desa Tongute Ternate Asal.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih fokus melakukan inventarisir kerusakan akhir dan memastikan kebutuhan logistik bagi para warga terdampak terpenuhi. (adi/tan)

Tinggalkan Balasan