Tivanusantara – Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun melaksanakan kegiatan penelitian bertajuk identifikasi istilah ekologis di Kepulauan Tidore dan hubungannya dengan pelestarian lingkungan. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya penguatan kajian kebahasaan yang terintegrasi dengan isu lingkungan dan kearifan lokal masyarakat pesisir.

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 15 November hingga 15 Desember 2025, dengan lokasi penelitian di wilayah Kepulauan Tidore, Provinsi Maluku Utara. Fokus utama penelitian adalah menggali dan mendokumentasikan istilah-istilah ekologis yang hidup dan digunakan oleh masyarakat setempat dalam interaksinya dengan alam.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Rizmada Azzahra, M.Pd selaku ketua tim, dengan dukungan enam anggota tim peneliti, yakni Haerul, Nasrullah La Madi, Adriani, Adityarini Kusumaningtyas, Roni Kurniawan, dan Nuz Chairul Mugrib. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan kolaborasi internasional dengan Dr. Fazly Rahim, dosen dari Universitas Sains Islam Malaysia, yang berperan sebagai salah satu anggota tim peneliti.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat di Pulau Tidore yang dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap penggunaan istilah-istilah lokal terkait lingkungan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh data yang autentik sekaligus merekam pengetahuan ekologis tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui penelitian ini, tim peneliti berharap dapat mengungkap keterkaitan antara bahasa, budaya, dan lingkungan, serta memperkuat peran bahasa daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu kebahasaan, tetapi juga menjadi rujukan bagi kebijakan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal di wilayah Kepulauan Tidore dan Maluku Utara secara umum.