Oleh: Rabbiul Nguna Nguna
Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa FTIK IAIN Ternate
_____________
PELANTIKAN dan rapat kerja sering kali dipahami sekadar sebagai agenda rutin organisasi mahasiswa. Ia diposisikan sebagai kewajiban administratif yang harus dilalui setiap pergantian kepengurusan. Namun, dalam konteks organisasi kemahasiswaan, pelantikan dan rapat kerja sesungguhnya memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Ia adalah titik awal perjalanan kepemimpinan, ruang peneguhan komitmen, sekaligus jembatan dalam merumuskan arah gerak organisasi. Inilah yang tercermin dalam pelaksanaan Pelantikan dan Rapat Kerja ORMAWA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate periode 2025–2026.
Pelantikan SEMA, DEMA, dan HMPS se-FTIK yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bukan hanya menandai pergantian struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang efektif untuk membangun kesadaran mahasiswa agar bagaimana mereka mampu mengaktualisasikan dedikasi serta loyalitas mereka terhadap organisasi. Pada acara pelantikan dan rapat kerja ini panitia menghadirkan Wakil Rektor III, Dekan FTIK, Wakil Dekan III, para Koordinator Program Studi, serta seluruh mahasiswa lintas fakultas menunjukkan bahwa ORMAWA FTIK tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari ekosistem Civitas Akademika FTIK itu sendiri. Di ruang inilah relasi antara mahasiswa dan pimpinan Institus maupun Fakultas khususnya, dibangun dalam suasana dialogis dan mengharukan.
Prosesi sumpah pengurus yang dipandu langsung oleh Dekan FTIK memiliki makna moral yang kuat. Penyebutan dua kalimat syahadat sebagai pembuka sumpah menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa bukan semata soal kekuasaan struktural, melainkan amanah yang disaksikan oleh Tuhan dan publik akademik. Sumpah bukan sekadar rangkaian kata, tetapi kontrak etis yang mengikat pengurus untuk bekerja dengan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab. Pada titik ini, pelantikan berfungsi sebagai proses internalisasi nilai, bukan hanya legalisasi jabatan.
Adapun tema yang kemudian digagas oleh panitia “Melangkah Bersama dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif untuk Menuju FTIK yang Lebih Inovatif” interpretasi dari tema ini adalah bahwa, tantangan organisasi mahasiswa ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dan juga kerja nyata dari pengurus. Kepemimpinan progresif menuntut keberanian membaca zaman, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan terhadap persoalan akademik dan sosial. ORMAWA tidak lagi cukup hadir sebagai penyelenggara kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi ruang advokasi, pengembangan intelektual, dan penguatan karakter mahasiswa. Hal ini sejalan dengan tujuan bagaiman ORMAWA itu sendiri dirumuskan yaitu sebagai kampus ke-dua di mana ORMAWA tersebut menjadi wadah yang signifikan dalam pengembangan intelektual mahasiswa FTIK. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Dekan FTIK bahwa kampus semacam telah kehilangan Ruhnya. Sebab banyak oraganisasi mahasiswa yang tidak lagi menyalakan api Literasi.
Pelantikan dan Rapat Kerja menjadi ruang strategis untuk mengaktualisasikan idea ke dalam program konkret. Secara konseptual, rapat kerja adalah jembatan antara visi dan aksi atau teori dan praktik. Di sinilah gagasan diuji, program dirumuskan, dan arah organisasi dipetakan secara sistematis dan sesuai dengan konteks mahasiswa itu sendiri. Tanpa rapat kerja yang matang, pelantikan akan kehilangan maknanya, karena kepemimpinan tanpa perencanaan hanya akan berjalan di tempat. Sejalan dengan yang disampaikan oleh George R. Terry yang merumuskan konsep POAC dalam karya klasiknya Principles of Management. Menurut Terry, manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan/pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Rangkaian sambutan yang disampaikan oleh pimpinan ORMAWA dan pimpinan fakultas memperkuat dimensi reflektif kegiatan ini. Sambutan Dekan FTIK yang informatif dan inspiratif tidak hanya membakar semangat kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga menjadi cermin keberhasilan kepemimpinan fakultas selama ini. Pengakuan bahwa masa jabatan pimpinan fakultas tinggal hitungan minggu menghadirkan nuansa emosional tersendiri. Ada harapan, ada kekaguman, dan ada keinginan agar kesinambungan kepemimpinan yang baik tetap terjaga. Seoreang mahasiswa FTIK Aulia Amatullah A.L.J. Ia pernah terlibat langsung dalam agenda besar (PESTA PELAJAR) yang di aksanakan oleh Senat Mahasiswa di mana dari kegiatan ini ia melihat langsung bagaimana dedikasi Pimpinan FTIK pada kegiatan tersebut saat itu. Ia menyatakan bahwa kepemimpinan Dekan FTIK tidak pernah mengecewakan selama masa kepengurusan sebelumnya. Hal ini menjadi kesaksian moral yang lahir dari pengalaman.
Sambutan Wakil Rektor III IAIN Ternate, Mubin Noho, S.Ag., M.Ag., menambah dimensi evaluatif terhadap dinamika ORMAWA di lingkungan kampus. Pernyataan bahwa ORMAWA FTIK dinilai lebih aktif dibandingkan fakultas lain bukanlah pujian semata, tetapi ungkapan fakta yang menjadi tantangan bagi pengurus yang di lantik. Ia mengatakan bahwa “Aktivitas organisasi harus dibarengi dengan kualitas gerakan dan dampak nyata. Dorongan untuk berkolaborasi dan harapan agar program studi di FTIK terus meraih akreditasi unggul menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak terpisah dari agenda besar peningkatan mutu institusi”.
Pelantikan dan rapat kerja ORMAWA FTIK, dengan demikian, dapat dinilai sebagai momentum penting bagi ORMAWA bagaimana mahasiswa merefleksikan segala hal untuk di jadikan pembelajaran. Sebab dalam acara ini terjadi proses transfer nilai, dan penguatan visi bersama. Ia menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa adalah laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya.
Jadi keberhasilan pelantikan dan rapat kerja tidak diukur dari seberapa megah acaranya, tetapi dari sejauh mana sumpah yang diucapkan dan diaktualisasikan ke dalam kerja nyata. Kepemimpinan progresif yang diidealkan hanya akan bermakna jika diikuti dengan konsistensi, keberpihakan pada kepentingan mahasiswa, serta kesediaan untuk terus berinovasi. Dari forum inilah harapan itu disematkan, agar ORMAWA FTIK tidak sekadar melangkah bersama, tetapi juga bergerak maju, memberi arah, dan meninggalkan jejak perubahan yang bermakna bagi FTIK dan IAIN Ternate. (*)

Tinggalkan Balasan