Tivanusantara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate menjadikan City Sanitation Summit (CSS) XXIII tahun 2025 sebagai momentum untuk melakukan promosi tata cara mengolah sampah sesuai arahan dari kementerian.

Kepala DLH Kota Ternate, Muhammad Syafei, mengatakan pihaknya terus berusaha dan berupaya agar sampah di Kota Ternate bisa berkurang dari sumber.

“Jadi pengelolaan sampah sekarang itu tidak lebih ke hilir, tapi mulai dari hulu, tengah itu sudah harus berkurang sampah,” ujar Syafei kepada wartawan, Sabtu (30/8).

“Jadi Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu contoh kantor. Salah satu sumber sampah adalah kantor BI yang bisa mengolah sampahnya dengan baik,” sambungnya.

Selain BI, lanjut Syafei, ada juga Bakso Lapangan Tembak dari sisi dunia usaha yang sudah mengolah sampahnya, khususnya sampah organik.

“Sehingga, diharapkan mampu bisa menjadi contoh dunia usaha dalam hal ini lebih spesifikasi ke restoran yang bisa mengolah sampah, sehingga mampu mengurangi beban kota,” ucapnya.

Selain itu, Syafei menegaskan, untuk kantong plastik belanja ada di tujuh toko modern seperti Indomaret, Hypermart dan ritel modern lainnya yang ada di Kota Ternate.

“Kita berharap toko-toko modern besar dulu bisa menjadi contoh untuk mengurangi, bisa kantong belanja yang sekali pakai,” imbuhnya.

Menurutnya, toko-toko modern besar sudah berkomitmen, tapi memang ada sedikit kendala.

“Mereka sudah ada stok, jadi ada komitmen menghabiskan itu, kemudian nanti kembali sesuai rencana awal,” katanya.

Selain Bank Indonesia dan Bakso Lapangan Tembak, lanjut Syafei, masyarakat diminta mengelola sampah lewat bank sampah yang ada di kelurahan-kelurahan. Kemudian, kantor-kantor juga bisa menjadikan Bank Indonesia sebagai contoh.

“Begitu juga dunia usaha, bisa ikut contoh Bakso Lapangan Tembak. Kemudian pasar. Pasar ini agak unik, karena banyak sekali kepentingan di dalam ini perlu perlakuan khusus,” tambahnya.

“Demikian juga dunia usaha yang lain atau toko-toko kecil nanti mengikuti yang besar yang sudah mendahului. Tapi memang metode atau pendekatannya mungkin berbeda, tergantung sasarannya.

Pemkot Ternate juga mengajak kota-kota dan kabupaten lain yang datang sebagai peserta di CSS agar sama-sama berkomitmen mulai mengolah sampahnya sesuai arahan dari kementrian.

“Tapi kita lakukan upaya-upaya pengurangan melalui 3R reduce, reuse recycle (mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang). Sebagai contoh, hari ini kita bisa lihat di kantor Bank Indonesia,” tandasnya. (gon/tan)