Oleh: Akmal Yusup
_________________
DI tengah-tengah gelombang dan arus perkembangan zaman yang terus bergerak begitu cepat, desa-desa menghadapi rintangan dan tantangan yang amat begitu besar, Desa Moreala, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, menghadapi tantangan yang cukup serius dan bagaimana tetap mekar tanpa kehilangan jati dirinya. Generasi muda hendaknya jangan hanya mewarisi nama, tetapi juga tanggung jawab untuk membangun masa depan yang lebih baik.”(Ki Hajar Dewantara, 1932). Dan dari sinilah para pemuda mengambil peran yang amat penting. Para pemuda bukan hanya sekadar penerus generasi lama, akan tetapi para generasi muda juga harus menciptakan suatu arah baru untuk masa depan desa yang berkemajuan secara SDM maupun SDA. Pemuda harus menjadi obor yang menyalakan harapan, bukan hanya melanjutkan, tetapi juga menciptakan arah baru bagi bangsanya.”(Anies Baswedan, 2010)
Kreativitas serta keberanian yang dimiliki pemuda serta semangat yang membara dalam dada, pemuda mampu menghadapi tantangan arus perubahan, darah muda yang mengalir memiliki potensial yang begitu besar sebagai vitamin baru yang mampu menggerakkan serta mengarahkan pembangunan desa dari dalam.
Pemuda Moreala Hari Ini
Pemuda Moreala hari ini hidup terpapar oleh gelombang dan arus modernisasi serta globalisasi yang datang via medsos, internet, dan arus teknologi digital. Paduan dari pada ini, menciptakan karakter para generasi muda yang unik, berakar pada budaya namun egois ingin terbang jauh dari tapal batas geografis desanya. Dari banyaknya pemuda di Moreala, ada sebagian besar pemuda Moreala yang mempunyai semangat yang tinggi, akan tetapi semua belum mempunyai ruang serta berkesempatan untuk menyalurkan berbagai macam potensial. Beragam aktivitas yang mewarnai kehidupan para generasi muda, ada yang melakukan aktivitas kerjanya di petani, nelayan, bahkan menjadi kenek bangunan, serta membantu usaha yang dimiliki keluarganya, dan ada juga yang kerja di tambang, dan ada pula juga generasi rebahan, pasif linglung dan bahkan apatis, bingung harus mulai dari mana? Ataukah merasa tak didukung.?
Pemuda Moreala hari ini mempunyai beberapa tantangan yang terlihat jelas yang dialami saat ini yakni adalah:
*Sangat minim ruang di mana untuk berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan dalam desa.
*Apatis terhadap lingkungan desa.
*Keterbatasan akses untuk menjangkau pendidikan yang berlanjut serta minimnya pelatihan serta keterampilan.
*Komunikasi yang tidak efektif antar sesama pemuda
*Mempunyai medsos yakni Grup WhatsApp tapi tidak dipergunakan dengan baik.
*Kurangnya fasilitas digitalisasi dan teknologi di desa.
Walaupun, dihadapkan dengan keterbatasan itu, ada pula tanda-tanda kebangkitan. Sebagian pemuda mulai merapatkan barisan membentuk komunitas, yang aktif dalam gerakan pemuda, ikut serta dalam kegiatan lingkungan desa seperti pembersihan lingkungan desa, melakukan rapat-rapat kecil untuk kegiatan dalam desa, berdiskusi tentang ekonomi kreatif, melakukan kerajinan tangan, belajar bermedia sosial yang bijak. Mereka mulai menyadari bahwasannya membangun peradaban dalam desa tidak harus selalu menunggu “elit desa” maupun para tokoh lama, akan tetapi bisa dimulai dengan langkah yang kecil yang rutin.
Membangun Desa Lewat Gerakan Nyata
Seperti yang diungkapkan Soedjatmoko, “Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya adalah pembangunan yang menempatkan manusia sebagai subjek, bukan objek” (Soedjatmoko, 1983). Pembangunan pada desa bukan hanya pada infrastruktur serta anggara semata. Akan tetapi lebih daripada itu, pembangunan sejatinya adalah pada saat masyarakat yang lebih utamanya para generasi muda ikut serta berpikir, berdiskusi, bergerak, serta bertanggung jawab masa depan bersama. Pemuda Moreala memiliki peran yang vital demi mengaktifkan serta membakar semangat ini, bukan hanya dengan ide yang dikeluarkan lewat mulut saja, akan tetapi lewat aksi yang nyata.
Di ujung desa, mulai terlihat langkah-langkah kecil yang mempunyai dampak, komunitas yang mulai menggerakkan kegiatan sosial serta berdiskusi dan membina adik-adik remaja dalam kegiatan yang positif. Tidak harus besar pula, suatu gerakan karena perubahan selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil. Yang menjadi poin terpenting adalah memulai serta dipadukan dengan keberanian, berjalan terus-menerus dengan konsisten, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak yang ada. Pemuda selain kritis, dan kritik, pemuda juga harus mampu bersinergi dengan pemerintah desa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta lembaga pendidikan agar kiranya gagasan-gagasan brilian dari pemuda tidak terhenti dan hanya menjadi wacana semata. Karena ketika pemuda mulai turun tangan, pembangunan tidak akan mandek, ia akan selalu bergerak, bertumbuh, serta terang dari desa itu sendiri, tangan pemuda adalah tangan keberlanjutan pembangunan dalam desa.
Dari Pemuda Moreala untuk Perubahan Desa Moreala
Mohammad Hatta (1956) pernah menyampaikan bahwa “Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa”. Moreala mungkin hanya suatu titik yang kecil di dalam peta Indonesia, akan tetapi semangat yang membara dan potensi-potensi yang dimiliki para pemuda bisa menjadi api yang dapat menyalakan obor semangat perubahan, yang tidak hanya di desa Moreala, akan tetapi juga di negeri yang lebih luas di luar sana. Pada saat pemuda Moreala mulai berani ikut serta, bertukar pikiran, bernalar dengan kritis, dan menyikapi dengan gerakan nyata di lapangan, maka desa tidak hanya merupakan tempat dimana bernaung diri, akan tetapi ia akan menjadi pelopor serta pusat gerakan dan pusat ide-ide dan bentuk-bentuk dari pada pembangunan perubahan yang menginspirasi.
Seperti yang disampaikan Abdurrahman Wahid, “Desa adalah benteng terakhir Republik Indonesia. Jika desa kuat, maka negara pun akan kokoh” (Wahid, 2004). Suatu pembangunan yang amat kokoh dimulai dari fondasi dan fondasi dari negara Indonesia secara administratif ada di desa. Dan kontribusi pemuda Moreala adalah kontribusi demi bangsa. Gerakan kecil semisalnya mengelola komunitas, menjaga budaya dalam arus modern, menggunakan teknologi dengan bijak, maupun terlibat dalam politik lokal atau pilkades. Ketika dilakukan dengan konsisten, maka akan menjadi suatu fondasi yang amat kokoh terhadap kemajuan desa yang berkelanjutan, terus-menerus. Telah saatnya pemuda tak hanya membanggakan berasal di Desa Moreala, akan tetapi juga mengambil peran serta aktif dalam membangun memajukannya. Oleh karena itu, kemajuan Moreala juga ada di tangan pemuda Moreala. (*)
Tinggalkan Balasan